Pizza Hut Resmi Pindah Tangan, Apa Penyebab Raksasa Pizza Ini Dijual?

AKURAT.CO Pizza Hut, salah satu jaringan pizza terbesar dan paling dikenal di dunia, resmi akan berganti pemilik setelah Yum! Brands menyetujui penjualan bisnis tersebut senilai US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp47,8 triliun.
Keputusan ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa merek yang telah bertahan selama puluhan tahun dan memiliki ribuan gerai di berbagai negara akhirnya dijual?
Baca Juga: Komisaris Pizza Hut, Emireza Mohammad Arifin Undur Diri
Salah satu faktor utama adalah menurunnya kinerja penjualan Pizza Hut dalam beberapa tahun terakhir.
Di pasar Amerika Serikat yang menjadi kontributor penting bagi bisnis internasional perusahaan, penjualan mengalami perlambatan di tengah perubahan perilaku konsumen dan persaingan yang semakin sengit.
Pizza Hut juga harus menghadapi tekanan dari sejumlah rival seperti Domino's, Papa John's, dan Little Caesars. Para pesaing tersebut dinilai lebih agresif menawarkan promosi, diskon, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat kondisi ekonomi sedang menantang.
Melihat kondisi tersebut, Yum! Brands mulai mengevaluasi masa depan Pizza Hut sejak 2025.
Perusahaan akhirnya memilih melepas merek legendaris tersebut dan mengalihkan fokus bisnisnya ke KFC serta Taco Bell yang dianggap memiliki prospek pertumbuhan lebih kuat.
Penjualan Pizza Hut dilakukan melalui dua transaksi. LongRange Capital akan mengakuisisi bisnis Pizza Hut global senilai US$ 1,5 miliar, sementara operasional Pizza Hut di China dibeli oleh Yum China Holdings dengan nilai US$ 1,2 miliar.
Baca Juga: Saham Pizza Hut Terbang 23,6 Persen dalam Sepekan, Begini Penjelasan Manajemen
Meski berpindah tangan, Pizza Hut diharapkan tetap mampu bersaing dan berkembang di bawah kepemimpinan baru.
Dengan pengalaman pemilik baru di industri restoran, perusahaan optimistis merek yang telah berdiri sejak 1958 itu dapat menemukan momentum pertumbuhan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








