Akurat Logo

Pizza Hut Resmi Pindah Tangan, Apa Penyebab Raksasa Pizza Ini Dijual?

Dani Zahra | 17 Juni 2026, 14:08 WIB
Pizza Hut Resmi Pindah Tangan, Apa Penyebab Raksasa Pizza Ini Dijual?
Pizza Hut. (qsrmagazine)

AKURAT.CO Pizza Hut, salah satu jaringan pizza terbesar dan paling dikenal di dunia, resmi akan berganti pemilik setelah Yum! Brands menyetujui penjualan bisnis tersebut senilai US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp47,8 triliun.

Keputusan ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa merek yang telah bertahan selama puluhan tahun dan memiliki ribuan gerai di berbagai negara akhirnya dijual?

Baca Juga: Komisaris Pizza Hut, Emireza Mohammad Arifin Undur Diri

Salah satu faktor utama adalah menurunnya kinerja penjualan Pizza Hut dalam beberapa tahun terakhir.

Di pasar Amerika Serikat yang menjadi kontributor penting bagi bisnis internasional perusahaan, penjualan mengalami perlambatan di tengah perubahan perilaku konsumen dan persaingan yang semakin sengit.

Pizza Hut juga harus menghadapi tekanan dari sejumlah rival seperti Domino's, Papa John's, dan Little Caesars. Para pesaing tersebut dinilai lebih agresif menawarkan promosi, diskon, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat kondisi ekonomi sedang menantang.

Melihat kondisi tersebut, Yum! Brands mulai mengevaluasi masa depan Pizza Hut sejak 2025.

Perusahaan akhirnya memilih melepas merek legendaris tersebut dan mengalihkan fokus bisnisnya ke KFC serta Taco Bell yang dianggap memiliki prospek pertumbuhan lebih kuat.

Penjualan Pizza Hut dilakukan melalui dua transaksi. LongRange Capital akan mengakuisisi bisnis Pizza Hut global senilai US$ 1,5 miliar, sementara operasional Pizza Hut di China dibeli oleh Yum China Holdings dengan nilai US$ 1,2 miliar.

Baca Juga: Saham Pizza Hut Terbang 23,6 Persen dalam Sepekan, Begini Penjelasan Manajemen

Meski berpindah tangan, Pizza Hut diharapkan tetap mampu bersaing dan berkembang di bawah kepemimpinan baru.

Dengan pengalaman pemilik baru di industri restoran, perusahaan optimistis merek yang telah berdiri sejak 1958 itu dapat menemukan momentum pertumbuhan berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra