AKURAT.CO, Setelah dinyatakan mengonsumsi doping menjelang Amerika Serikat Terbuka 2022, eks petenis ranking satu dunia asal Rumania, Simona Halep, kini menghadapi tuduhan baru. Sebuah pengadilan independen menduga bahwa Halep juga menggunakan subtansi terlarang menjelang Wimbledon atau beberapa bulan sebelum AS Terbuka.
Dugaan ini terungkap melalui laporan sebanyak 125 halaman yang dipublikasikan oleh Agensi Integritas Tenis Internasional (ITIA). Pun demikian, The Guardian mengatakan bahwa laporan ini mungkin tidak memuaskan pengadilan independen mengingat Simona Halep tak melakukan tes darah pada periode Maret-September 2022.
Sementara itu, Maret-September adalah periode tiga turnamen grand slam, yakni Prancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka. Sejauh ini, Simona Halep sudah dihukum karena menggunakan doping yang memacu sel darah merah jenis roxadustat pada pemeriksaan untuk AS Terbuka 2022, Agustus tahun lalu.
Baca Juga: Dinyatakan Positif Doping, Simona Halep Dilarang Bermain Empat Tahun
Sementara itu, ITIA mendorong adanya sanksi yang lebih berat untuk Halep sejurus munculnya dugaan bahwa sang petenis telah mengonsumsi doping sejak Maret. Halep sendiri saat ini sudah dihukum larangan bertanding selama empat tahun karena kasus pemeriksaan pertama.
Pengadilan independen merespons laporan ITIA tersebut dengan membenarkan adanya dugaan kuat bahwa Simona Halep menggunakan doping sekurang-kurangnya pada Maret 2022. Namun demikian, pengadilan tidak merasa puas dengan laporan yang diberikan ITIA.
“Berbeda dengan pendapat mereka terkait (pemeriksaan) Agustus 2022 dan AS Terbuka, tak ada pernyataan tegas dari panel ahli bahwa doping darah yang dilakukan pemain ‘sangat mungkin terjadi’,” kata Pengadilan Independen.
Baca Juga: Kasus Dopingnya Berlarut-Larut, Simona Halep Mengaku Frustrasi Rugi Waktu
Adapun Simona Halep menolak tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai “tuduhan palsu”. Ia mengakui mengonsumsi roxadustat namun tidak dengan sengaja melalui suplemen yang terkontaminasi.
“Saya bisa bilang yang terjadi adalah ketidakadilan besar. Saya tentu saja tidak pernah mengonsumsi doping,” kata Halep.
“Uji darah saya negatif dan tidak ada subtansi yang dilarang yang ditemukan. Hanya pada 29 (Agustus 2022) ketika ditemukan sejumlah kecil roxadustat yang muncul bersama urin dan cuma itu.”
Simona Halep adalah petenis berusia 31 tahun dengan dua gelar grand slam, yakni Prancis Terbuka 2018 dan Wimbledon 2019. Ia pertama kali naik ke posisi ranking satu dunia pada 9 Oktober 2017 dan saat ini berada di posisi 1.138 dunia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








