AKURAT.CO, Carlos Alcaraz kembali menegaskan statusnya sebagai bintang tenis dunia dengan merebut gelar juara Amerika Serikat Terbuka 2025.
Carlos Alcaraz menjuarai AS Terbuka usai menaklukkan rival terbesarnya, Jannik Sinner, dengan skor 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4 pada laga final di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Senin (8/9) WIB.
Selain mengangkat trofi Grand Slam keenam dalam kariernya, kemenangan di AS Terbuka kali ini juga membawa Carlos Alcaraz kembali ke puncak peringkat tenis dunia.
Ia menggeser Jannik Sinner yang bertahan di posisi teratas selama 65 pekan beruntun.
Duel tersebut juga menjadi babak baru dalam rivalitas panas dua petenis muda yang kini mendominasi jagat tenis putra. Laga final ini berlangsung dalam atmosfer luar biasa dengan sorakan penuh dari 24 ribu penonton yang memenuhi Arthur Ashe Stadium.
Meski sempat kehilangan set kedua, Alcaraz tampil lebih agresif dengan mencatat 42 winners berbanding 21 milik Sinner.
Ia juga hanya kehilangan sembilan poin dari servis pertamanya sepanjang laga, sebuah statistik yang menunjukkan betapa solidnya performa servis sang juara.
Sinner sejatinya mencoba bangkit di set kedua dengan memanfaatkan baseline rally panjang dan mematahkan servis Alcaraz pada gim kelima.
Namun, setelah kehilangan set tersebut, Alcaraz justru semakin tak terbendung. Ia mendominasi set ketiga dengan agresifitas tinggi, bahkan hanya membiarkan Sinner menghasilkan satu winner saja.
Di set keempat, tekanan Alcaraz semakin terasa. Meski Sinner sempat menahan dua break point pada gim pembuka, petenis asal Italia itu akhirnya goyah.
Break pada gim kelima menjadi titik balik di mana Alcaraz mampu menjaga momentum hingga menutup pertandingan dalam waktu dua jam 42 menit.
"Saya sangat beruntung memiliki tim dan keluarga yang selalu mendorong saya, bukan hanya di lapangan tapi juga dalam kehidupan pribadi. Setiap kemenangan ini adalah milik kita bersama," kata Alcaraz dikutip laman ATP Tour.
Sementara bagi Sinner, kekalahan ini terasa pahit. Pasalnya petenis berusia 24 tahun itu datang ke New York dengan membawa rekor 27 kemenangan beruntun di Grand Slam lapangan keras.
Ia juga berpeluang menjadi petenis ketujuh dalam sejarah Open Era yang mampu menutup satu musim dengan tiga gelar mayor. Namun, ambisinya harus terhenti di tangan rival utamanya.
"Kamu bermain lebih baik dari saya hari ini, Carlos. Saya tahu ada kerja keras besar di balik performa luar biasa itu. Nikmatilah momen ini, kamu memang pantas mendapatkannya," kata Sinner.
Kemenangan ini juga semakin mempertegas dominasi Alcaraz–Sinner di tenis putra. Dari delapan turnamen mayor terakhir, hanya dua nama itu yang menjadi juara.
Alcaraz kini unggul 10-5 dalam rekor pertemuan dengan Sinner, termasuk tiga kemenangan beruntun di lapangan keras.
Selain trofi, Alcaraz juga memantapkan langkahnya menuju gelar ATP Year-End No 1 2025. Dengan tambahan poin di New York, ia kini unggul 2.590 poin dari Sinner dalam klasemen ATP Live Race to Turin.
Keduanya sudah dipastikan lolos ke Nitto ATP Finals yang diprediksi kembali menjadi panggung adu gengsi penentu siapa yang benar-benar terbaik tahun ini di panggung tenis dunia.
Dengan pencapaian ini, Carlos Alcaraz tercatat sebagai petenis kedua termuda dalam sejarah Open Era yang mampu meraih enam gelar Grand Slam, hanya kalah dari legenda Bjorn Borg.
Sejarah juga terasa lebih lengkap karena Alcaraz mampu naik ke takhta peringkat satu dunia bertepatan dengan peringatan 22 tahun momen pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, pertama kali menduduki posisi tersebut pada 2003.