Baca Juga: Canelo Alvarez: Charlo Tak Pernah Memercayai Skill Saya, Dia Akan Segera Mengetahuinya"Ia sudah menjadi petinju terbaik untuk waktu yang lama. Sekarang pertarungan (melawannya) telah hadir dengan sendirinya dan saya hanya perlu pergi ke sana, melakukan pekerjaan saya dan menjadi yang terbaik semampu saya."
Sedangkan bagi Canelo Alvarez, ini adalah pertahanan gelarnya yang ketiga setelah sebelumnya menundukkan Gennady Golovkin dan John Ryder.
Kekalahan terakhirnya dan yang kedua sepanjang kariernya terjadi pada Mei tahun lalu saat menghadapi Dmitry Bivol di kelas berat ringan.
Di lain sisi, Charlo mendapatkan status tak terbantahkan di kelas 154 pon usai meraih kemenangan TKO atas Brian Castano pada Mei 2022.
Baca Juga: De La Hoya: Charlo Yang Lebih Kecil Bisa Berbahaya Untuk CaneloPertarungan tersebut merupakan pertarungan ulang dari pertemuan mereka pada tahun 2021 yang berakhir dengan hasil imbang.
Adapun Jermell Charlo belum pernah merasakan kekalahan dalam lima pertarungan terakhirnya sejak kalah angka dari Tony Harrison pada tahun 2018.
Namun, dia harus mengatasi ketidakaktifannya selama hampir 15 bulan, pemulihan dari patah tangan kiri, dan setelah menaikkan berat badannya untuk menunjukkan kecepatan dan ketangguhannya.
"Hati, keinginan, dan tekad saya akan memberi apa yang saya butuhkan untuk menang. Saya jamin malam yang menyenangkan dan Anda akan mendengar singa mengaum," kata Charlo dikutip
Boxing Scene."Saya tidak punya alasan apa pun. Apapun yang akan terjadi, terjadilah. Saya datang ke sini untuk memenangi pertarungan ini. Saya tidak akan jatuh (
knock out). Saya tidak peduli apa kata orang."
Pertarungan Alvarez vs Charlo bisa dikatakan sebagai salah satu pertarungan tinju terbaik tahun ini. Laga ini merupakana perpaduan antara pesaing baru dan veteran yang ingin mempertahankan posisi mereka.[]