AKURAT.CO, Pelita Jaya menjadi salah satu dari dua tim Indonesian Basketball League (IBL) selain Prawira Bandung yang akan bersaing di Kualifikasi.Basketball Champions League (BCL) Asia 2024.
Bakalan tampil di BCL Asia 2024, Pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar, menyebut tantangan yang dihadapi timnya adalah bagaimana mengatur program recovery pemain.
Pasalnya, selain tampil di BCL Asia 2024, Pelita Jaya juga bermain di ajang IBL musim ini. Jelas, rotasi dan kebugaran pemain menjadi salah satu fokus dari tim kepelatihan Pelita Jaya.
"Tantangannya adalah bagaimana mengatur program recovery untuk para pemain. Karena kalau mengaturnya tidak bagus akan sangat berefek," kata pelatih yang karib disapa Coach Ahang itu di Demo Bar & Bristo, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/3).
Selain masalah recovery, tantangan lainnya adalah bagaimana membuat para pemain bisa secepatnya beradaptasi dengan cuaca dingin di Mongolia.
Sebagai informasi, suhu tertinggi setiap hari naik 8°C, dari 5°C hingga 12°C, jarang sekali jatuh di bawah -4°C atau melebihi 21°C. Sedangkan suhu terendah setiap hari naik 8°C, dari -9°C hingga -1°C, jarang sekali jatuh di bawah -15°C atau melebihi 5°C.
Untuk referensi, pada 14 Juli, hari terpanas dalam setahun, suhu di Ulaan Baatar biasanya berkisar dari 12°C hingga 24°C, sedangkan pada 18 Januari, hari terdingin dalam setahun, berkisar dari -28°C sampai -17°C.
Pasalnya, kualifikasi putaran pertama BCL Asia 2024 nanti akan berlangsung di Ulaan Baatar, Mongolia, pada 3-7 April. Di mana setelahnya Jakarta akan menjadi tuan rumah untuk kualifikasi putaran kedua yang berlangsung pada 23-26 April.
"Kedua (adaptasi) perbedaan suhu. Bagaimana kita mempersiapkan pemain menghadapi situasi-situasi seperti itu (dingin).bKalau segi taktik dan teknik, saya percaya pemain bisa mengeksekusinya," kata Coach Ahang.
Pelatih 53 tahun asal Makassar itu juga menyebut timnya datang ke BCL Asia 2024 tidak dengan tangan kosong. Pelita Jaya memiliki struktur kepelatihan yang cukup dalam untuk menunjang mereka mencari data-data lawan yang akan dihadapi.
Coach Ahang mengaku tidak akan banyak melakukan perubahan atau mengganti sistem Pelita Jaya yang sudah ada saat ini. Dia hanya akan coba menyesuaikan dengan sistem yang sudah ada, lantaran mepet-nya waktu persiapan yang dimiliki.
"Dalam menghadapi BCL, bagusnya dari Pelita Jaya kita punya struktur pelatihan yang dalam. Tim kepelatihan kami sudah nyari data tentang tim-tim (peserta) BCL," jelas Coach Ahang.
"Kita tidak bisa membuat terlalu banyak perubahan dalam waktu singkat ini. Bukan kita ganti atau bikin sistem baru, tapi kita sesuaikan dengan sistem yang sudah kita punya."
Pelita Jaya sendiri bakalan tergabung di Grup B Kualifikasi BCL Asia 2024 bersama tiga tim lainnya. Yakni Hi-Tech Bangkok City (Thailand), Adroit (Singapura), dan Khasin Khuleguud (Mongolia).
Sedangkan Prawira Bandung akan tergabung di Grup A bersama NS Matrix Deers (Malaysia), Bishrelt Metal (Mongolia), Hong Kong Eastern (Hong Kong).