AKURAT.CO, Komite Paralimpiade (NPC) Indonesia mengirimkan sembilan atlet para atletik untuk tampil di ajang World Para Athletics Grand Prix Italian Open 2024 yang berlangsung di Armando Picchi Stadium, Jesolo, Italia, 22-25 Maret 2024.
Pencapaian di Jesolo sangat penting bagi atlet Indonesia. Lantaran hasil di sana akan masuk dalam perhitungan poin menuju Paralimpiade 2024 Paris dan ranking di World Para Athletics.
Selain mengincar poin Paralimpiade, pelatih para atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, juga mengatakan bahwa kejuaraan ini akan dijadikan bahan evaluasi karena gelaran ini juga diikuti oleh atlet top dunia.
"Beberapa atlet Indonesia di sejumlah nomor menunjukan hasil yang sangat signifikan. Kejuaraan ini juga masuk dalam perhitungan poin menuju Paralimpiade Paris 2024 serta masuk dalam ranking Para-Atletik Dunia," jelas Purwo Adi melalui keterangan resminya, Kamis (28/3).
"Hasil dari kejuaraan ini juga akan menjadi bahan evaluasi pelatih atas latihan atlet yang telah mengikuti Pelatnas sejak bulan Januari 2024, supaya atlet bisa mencapai performa terbaik pada Paralimpiade Paris mendatang."
Setelah tampil di Jesolo, Italia, selanjutnya Timnas para atletik Indonesia akan kembali mengikuti Kejuaraan Dunia Para Atletik 2024 yang akan berlangsung di Kobe, Jepang, pada 17-25 Mei mendatang.
Dalam World Para Athletics Grand Prix Italian Open 2024, satu medali emas berhasil disumbangkan Fauzi Purwolaksono dari nomor lempar lembing putra F57. Fauzi mencatatkan lemparan sejauh 45,03 meter.
Selain mengamankan medali emas, lemparan tersebut juga melampaui rekor pribadi Fauzi yang sebelumnya diraih saat tampil di Asian Para Games 2022 Hangzhou dengan jarak lemparan 44,69 meter.
"Alhamdulillah, saya bersyukur atas hasil yang diraih di Jesolo Italia karena saya mampu melampaui rekor terbaik pribadi saya," beber Fauzi dalam keterangannya, Kamis (28/3).
"Tetapi saya tidak puas dengan hasil itu. Ke depannya saya akan berlatih lebih keras lagi untuk menjadi juara bagi Indonesia."
Selain emas dari lempar lembing, Indonesia juga mendapat satu tambahan emas dari nomor balap kursi roda 400 meter T33-54 putra lewat Jaenal Aripin. Jaenal finis terdepan dengan catatan waktu 49,28 detik.
Selain medali emas nomor 400 meter, Jaenal juga keluar sebagai yang tercepat di nomor 100 meter T33-34 setelah mencatatkan waktu terbaik 14,75 detik.
Sementara tambahan medali perak disumbangkan Saptoyogo yang turun di nomor lari 100 meter T35-38 putra. Ditambah medali perunggu dari Alfin Nomleni yang turun di nomor lari 400 meter T20 putra.
Total Indonesia berhasil mengumpulkan tiga medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu dari ajang ini.