AKURAT.CO, Lifter senior Indonesia, Eko Yuli Irawan, memastikan satu tiket Olimpiade Paris 2024. Tiket tersebut didapatkannya usai meraih angkatan snatch 133 kilogram di kelas 61 kilogram ajang IWF World Cup 2024 (Piala Dunia Angkat Besi) di Phuket, Thailand, Selasa (2/4).
Torehan yang dicatatkan pria kelahiran Metro Lampung, 24 Juli 1989, itu sekaligus mengungguli kompatriotnya, Rico Sahputra, yang gagal dalam tiga angkatan snatch (130 kilogram, 132 kilogram dan 134 kilogram) dan tersingkir untuk tiket Olimpiade.
Sedangkan untuk angkatan clean and jerk, Eko gagal melakukan angkatan pertama seberat 146 kilogram dan tidak melanjutkan untuk angkatan kedua dan ketiga. Sedangkan Rico tidak melakukan angkatan clean and jerk karena sudah tidak punya peluang meraih tiket ke Olimpiade 2024 Paris.
"Saya tidak mau memaksakan untuk melakukan angkatan clean and jerk setelah gagal di angkatan pertama karena saya sudah memastikan tiket ke Olimpiade 2024 Paris," kata Eko saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (2/4).
Dengan angkatan 133 kilogram, Eko Yuli hanya mampu merebut medali perak di angkatan snatch, sedangkan medali emas direbut lifter Tiongkok, Li Fabin, dengan angkatan 146 kilogram. Angkatan ini sekaligus mempertajam rekor dunia miliknya yang semula 145 kilogram.
Di kelas 61 kilogram ini, lifter Amerika Serikat, Hamton Miller Morris, berhasil merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia dengan angkatan clean and jerk 176 kilogram. Rekor dunia sebelumnya untuk angkatan clean and jerk adalah 175 kilogram.
Menurut Eko, baik lifter Tiongkok maupun Thailand tidak terlalu ngotot untuk tampil di Piala Dunia Angkat Besi 2024 ini yang dijadikan ajang seleksi untuk tampil di Olimpiade 2024 Paris. Pasalnya, ada aturan setiap negara hanya mendapat jatah satu lifter di setiap kelasnya.
"Bukan hanya saya, tetapi lifter China dan Thailand yang tampil juga tidak mau memaksakan unjuk kekuatan, karena Piala Dunia Angkat Besi ini hanya sebagai ajang seleksi untuk mendapatkan tiket ke Paris," ucap Eko menjelaskan.
Bukan cuma itu, hasil ini juga mengantarkan Eko Yuli mencetak sejarah sebagai satu-satunya lifter Indonesia yang tampil di lima gelaran Olimpiade
Dengan hasil ini, Eko Yuli mencetak sejarah sebagai satu-satunya lifter Indonesia yang tampil di lima Olimpiade (Beijing 2008, London 2012, Rio de Janeiro 2016, Tokyo 2020, dan Paris 2024).
Bukan hanya mencatatkan lima kali penampilan di Olimpiade, Eko Yuli setiap turun selalu membawa pulang medali ke Tanah Air. Total Eko sudah mengoleksi dua medali perak dan dua medali perunggu.
Eko menjadi atlet Indonesia kedelapan yang meraih tiket Paris. Sebelumnya, Arif Dwi Pangestu, Diananda Choriunisa (panahan), Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rahmad Adi Mulyono (panjat tebing), Rifda Irfanaluthfi (senam artistik), Fathur Gustafian (menembak), dan Rio Waida (selancar) sudah lebih dulu mengamankan tiket Olimpiade.