Arab Saudi Resmi Tuan Rumah Final WTA 3 Tahun ke Depan, Diwarnai Kritik soal Pelanggaran HAM

AKURAT.CO, Ekspansi uang Arab Saudi di dunia olahraga meluas ke cabang-cabang yang belum pernah mereka jamah. Setelah sepakbola dan tinju, Arab Saudi kini mendapatkan hak menyelenggarakan turnamen tenis tutup tahun Final WTA selama tiga tahun.
Sebagaimana dikabarkan BBC, Arab Saudi menawarkan hadiah uang sebesar US$15,5 juta yang juga merupakan rekor di Final WTA. Dimulai tahun ini, Saudi akan menggelar Final WTA di ibukota Riyadh pada 2-9 November mendatang.
Saudi sebenarnya sudah menggelar turnamen tenis elite pada November lalu. Yakni, Next Gen ATP Finals yang merupakan kejuaraan bagi petenis-petenis muda terbaik di sektor putra.
Baca Juga: Arab Saudi Tuan Rumah Asian Winter Games, IOC Mengaku tak Diajak Berkonsultasi
Sebagaimana yang sudah diperkirakan, menggelar Final WTA di Arab Saudi mendapatkan kritik dari banyak pihak dengan tuduhan bahwa negeri kaya minyak di gurun Timur Tengah itu ingin melakukan sportwashing (pencucian dengan olahraga).
Dua legenda tenis dunia, Martina Navratilova dan Chris Evert, misalnya, menyebut bahwa menggelar Final WTA di Arab Saudi merupakan langkah mundur bagi dunia tenis putri.
Mereka mempersoalkan reputasi Arab Saudi sebagai negara pelanggar hak asasi manusia dan pembatasan hak-hak perempuan. Dalam pernyataan bersamanya pada Januari lalu, Navratilova dan Evert menganggap tindakan itu bisa merugikan perempuan secara keseluruhan.
“Membawa turnamen ke sana akan menunjukkan satu langkah mundur yang signifikan, merusak tidak hanya olahraga putri, tetapi perempuan,” kata Navratilova dan Evert.
Namun demikian, pendapat ini masih menjadi kontroversi. Ons Jabeur, petenis asal Tunisia yang merupakan orang Arab pertama yang menjuarai WTA, justru menyambut turnamen elite di Arab Saudi.
Baca Juga: Resmi! Fury Lawan Francis Ngannou Di Arab Saudi 28 Oktober
Jabeur justru menganggap bahwa Final WTA di Saudi membuka kesempatan bagi perempuan.
“Sebagai seorang pemain Arab, saya sangat senang pergi kesana,” kata Ons Jabeur. “Saya adalah seseorang yang mendorong perubahan, mendorong untuk memberikan lebih dan lebih banyak peluang terutama untuk perempuan.”
Selain Final WTA, Arab Saudi sudah menggelar pertandingan olahraga seperti tinju dunia, balapan Formula One (F1) dan MotoGP, serta mereka menjadi kandidat kuat tuan rumah Piala Dunia 2030.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








