AKURAT.CO, Tadej Pogacar menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pembalap terbaik dengan meraih lima kemenangan etape dalam satu grand tur usai keluar sebagai yang tercepat pada etape ke-20 Tour de France 2024.
Pembalap asal Slovenia itu mampu menunjukkan dominasinya pada balapan berjarak 132,8 km dari Nice ke Col De La Couillole, Prancis Sabtu (20/7) setempat, untuk meraih kemenangan etape kelimanya di Tour De France setelah etape empat, 14, 15, dan 19.
"Jika Anda memberi tahu saya hal ini sebelum Tur De Frqnce, saya tidak akan mempercayainya. Ini sungguh luar biasa," kata Tadej Pogacar dikutip laman The Guardian, Minggu (21/7).
Pembalap yang karib disapa Pogi itu melintasi bendera kotak-kotak diikuti juara bertahan, Jonas Vingegaard, di tempat kedua dan Richard Carapaz di tempat ketiga.
Kemenangan ini semakin mendekatkan Pogacar sebagai pembalap kedelapan, tetapi, yang pertama pada abad ke-21 yang memenangi Giro dan Tur di musim yang sama.
Mengingat kualitas lawan, tingkat kesulitan kedua Grand Tour (Giro d'Italia dan Tour de Frence), intensitas balap jalan raya modern, dan fakta ia juga akan berkompetisi di Olimpiade, ini merupakan pencapaian yang luar biasa.
Dengan sisa balapan terakhir sejauh 33,7 km pada etape ke-21 dari Monaco ke Nice, target Tadej Pogacar sudah dapat ditentukan. Kecuali jika terjadi insiden bagi Vingegaard, podium juara juga sudah terlihat.
Namun, dalam hal persaingan, tampaknya kemenangan untuk Tadej Pogacar telah sirna, terutama sejak ia meraih kemenangan etape berturut-turut di Pyrenees (etape 19 dan 20).
Pogi mampu mendominasi Tour sama seperti ia mendominasi Giro, bahkan mungkin lebih. Namun, baik Vingegaard maupun Evenepoel, pemenang Grand Tour sebelumnya, tidak ikut serta
Di Giro d'Italia, 11 pembalap finis dalam waktu setengah jam dari waktu kemenangannya, ia memenangkan enam etape dan juga meraih klasifikasi King of the Mountains.