Olimpiade Paris: Akreditasi Wartawannya Ditolak karena Alasan Spionase, Rusia Protes

AKURAT.CO, Perang Rusia-Ukraina kembali menunjukkan dampaknya ke Olimpiade Paris 2024. Terbaru, Rusia mengeluhkan kebijakan Prancis menolak akreditasi sejumlah wartawan dari negara mereka yang hendak meliput Olimpiade Paris.
“Kami menganggap keputusan ini tak bisa diterima. Kami yakin keputusan seperti ini merusak kebebasan media,” kata juru bicara Kantor Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, sebagaimana dipetik dari Channel News Asia, Senin (22/7).
“Dan mereka jelas melanggar komitmen Prancis terhadap OSCE (Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa) dan terhadap organisasi lainnya.”
Baca Juga: Olimpiade Paris: Rusia Hanya Kirim 15 Atlet dengan Status Netral, Daniil Medvedev Salah Satunya
Menteri Dalam Negeri Sementara Prancis, Gerald Darmanin, mengatakan pada Minggu (21/7) lalu bahwa layanan keamanan negaranya menolak lebih dari 4.000 permohonan akreditasi Olimpiade Paris.
Darmanin menyebut bahwa satu dari seratus permohonan ditolak karena kekhawatiran spionase. Ia menyebutkan bahwa beberapa yang ditolak berasal dari Rusia dan Belarusia.
Hubungan diplomatik Rusia-Belarusia dan Prancis memang memburuk sejak invasi ke Ukraina. Adapun Prancis diketahui sebagai salah satu pendukung Ukraina yang mengirimkan senjata ke negara tersebut untuk memerangi Rusia.
Hal lain yang dikaitkan dengan penolakan Prancis terhadap jurnalis Rusia dan Belarusia adalah hukuman yang dijatuhkan terhadap jurnalis Amerika Serikat, Evan Gershkovich.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Penyelenggara Prioritaskan Keamanan, tapi tetap Ingin Perhelatan yang 'Fun
Pada Jumat (18/7), sekutu Barat menuduh Rusia menunggangi kebebasan media setelah pengadilan di negara tersebut menghukum Evan Gershkovich kurungan penjara 16 tahun dengan tuduhan spionase.
Adapun media tempat Gershkovich bekerja, Wall Street Journal, mengatakan bahwa jurnalis mereka hanya melakukan pekerjaan sebagai reporter di Rusia yang mendapat izin resmi dari kementerian luar negeri negara itu.
Di sisi lain, Olimpiade Paris hanya membolehkan atlet Rusia dan Belarusia berpartisipasi dengan bendera netral. Rusia mengirimkan 15 atlet sementara Belarusia 17 atlet.
Karena bertanding dengan bendera netral, atlet Rusia dan Belarusia tak diizinkan untuk menggunakan atribut nasionalnya. Juga tidak ada bendera serta pemutaran lagu kebangsaan jika atlet Rusia dan Belarusia meraih medali emas.
Olimpiade Paris akan dibuka pada Jumat (26/7) di Sungai Seine, Paris, dan akan ditutup di Stade De France juga di Kota Paris pada 11 Agustus mendatang. Pesta ini diikuti oleh 10.714 atlet yang datang dari 2016 negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








