Olimpiade Paris: Polisi Tahan Koki Rusia dengan Dugaan Rencanakan Pengacauan Skala Besar

AKURAT.CO, Aparat keamanan Prancis menahan seorang koki berkebangsaan Rusia dengan tuduhan merencanakan aksi untuk membuat suasana Olimpiade Paris 2024 menjadi tidak stabil.
The Guardian menyebut bahwa koki tersebut merupakan pria berusia 40 tahun yang sudah tinggal di Prancis selama 14 tahun. Ia disinyalir ingin mendestabilisasi Olimpiade Paris dengan aksi skala besar yang berhubungan dengan kekuatan asing.
“Kami beranggapan dengan sangat yakin bahwa dia akan mengorganisir operasi destabilisasi, campur tangan, memata-matai,” kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Akreditasi Wartawannya Ditolak karena Alasan Spionase, Rusia Protes
“Dia kini berada dalam sistem hukum yang bisa mengonfirmasi kecurigaan polisi.”
Surat kabar terkemuka Prancis, Le Monde, menyebut bahwa badan intelijen negara mereka sudah memantau kontak antara seseorang individu dengan intelijen Rusia dua bulan lalu.
Individu tersebut tak lain koki bersangkutan yang disebut terhubung dengan pasukan khusus Rusia yang bernaung di bawah Badan Keaman Federal Rusia (FSB). Badan ini juga bekerja sebagai intelijen.
Gerald Darmanin juga mengatakan bahwa individu tertuduh juga diduga menyebarkan kabar palsu.
Di antaranya dengan menyebut kelompok milisi Palestina, Hamas, akan melakukan serangan karena Prancis mengizinkan atlet Israel berpartisipasi di Olimpiade Paris.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Rusia Hanya Kirim 15 Atlet dengan Status Netral, Daniil Medvedev Salah Satunya
“Kami tidak yakin, tetapi tampaknya itu palsu dan disebarkan melalui saluran pro-Kremlin dan pro-Rusia,” kata Darmanin.
Penahanan koki diduga intel ini merupakan bagian kronik ketegangan hubungan Prancis dan Rusia sehubungan Olimpiade Paris. Sebelumnya, Prancis menolak akreditasi sejumlah jurnalis Rusia karena kekhawatiran dimata-matai.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh tindakan Prancis menolak masuk jurnalis mereka sebagai bentuk ketakutan berlebihan (paranoia).
“Ini cuma paranoia saja, benar-benar paranoia,” kata Maria Zakharova.
Prancis berselisih dengan Rusia karena mereka membantu Ukraina dalam perang yang dimulai sejak Februari 2022. Prancis bahkan membantu Ukraina dengan mengirim senjata untuk melawan invasi militer Rusia.
Krisis Rusia-Ukraina juga berdampak pada atlet yang tampil di Olimpiade Paris. Komite Olimpiade Paris (IOC) hanya mengizinkan atlet undangan Rusia dengan bendera netral berpartisipasi di pesta olahraga terakbar dunia tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







