Olimpiade Paris Resmi Ditutup! AS Juara Umum Ungguli China, Indonesia Posisi 39

AKURAT.CO, Tujuh belas hari yang sibuk dan semarak akhirnya ditutup di Stade De France, Paris, Prancis, Minggu (11/8). Ya, Olimpiade Paris 2024 resmi berakhir.
Diawali dengan pembukaan di Sungai Seine dekat Menara Eiffel pada 26 Juli, Olimpiade Paris menyelesaikan pestanya dengan gemilang semalam setelah diramaikan oleh lebih dari 10.700 atlet dari total 206 negara.
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, mencatat bahwa Olimpiade Paris digelar di tengah situasi dunia yang sulit. Ia merujuk pada perang di Gaza dan Ukraina.
Baca Juga: Klasemen Olimpiade Paris
"Meski dengan semua ketegangan di dunia kita, Anda datang ke sini dari seluruh 206 komite olimpiade nasional dan Tim Olimpiade Pengungsi IOC, untuk membuat Kota Cahaya bersinar lebih terang dari sebelumnya," kata Thomas Bach dalam sambutannya sebagaimana dipetik dari The Guardian.
"Olimpiade Paris 2024 perayaan para atlet dan olahraga pada bentuk terbaiknya."
Amerika Serikat untuk kesekiankalinya menjadi juara umum. Di Olimpiade Paris, AS menempati posisi teratas dengan total 126 medali dengan rincian 40 emas, 44 perak, dan 42 perunggu.
China yang sempat menyalip AS di hari-hari terakhir harus puas di posisi kedua. Meski sama-sama mengumpulkan 40 emas, China kalah dengan 27 perak dan 24 perunggu dengan jumlah total 91 medali.
Jepang di posisi ketiga dengan 45 medali yang terdiri dari 20 emas, 12 perak, dan 13 perunggu. Australia dan tuan rumah Prancis menyusul di posisi keempat dan kelima dengan masing-masing 18 dan 16 emas.
Baca Juga: Presiden Jokowi Pastikan Bonus untuk Atlet Peraih Medali di Olimpiade Paris 2024
Adapun Indonesia menempati posisi ke-39 bersama Aljazair dengan raihan dua emas dan satu perunggu. Emas Indonesia diperoleh di cabang angkat besi dan panjat tebing sementara perunggu dari bulutangkis.
Posisi ke-39 adalah capaian terbaik Indonesia dalam 24 tahun terakhir sejak Sidney 2000. Di Olimpiade Sidney, Indonesia menempati peringkat ke-38 dengan satu emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Capaian di Paris adalah kali kedua Indonesia bisa meraih dua emas di olimpiade setelah Barcelona 1992. Sayangnya, Olimpiade Paris ditandai dengan kegagalan bulutangkis sebagai andalan mempertahankan emas.
Seperti biasa, penutupan olimpiade juga disertai dengan tatapan ke perhelatan selanjutnya. Dari Paris 2024, pesta olahraga terakbar di dunia akan bergerak ke Los Angeles 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








