AKURAT.CO, Satu dari dua medali emas Indonesia pada Olimpiade Paris 2024 disumbangkan oleh lifter muda, Rizki Juniansyah.
Rizki Juniansyah meraih emas Olimpiade Paris saat turun di kelas 73 kilogram putra dengan total angkatan 354 kilogram (snatch 155 kilogram dan clean and jerk 199 kilogram).
Dari 12 peserta di kelas 73 kilogram, Rizki Juniansyah adalah satu dari tiga lifter yang usianya di bawah 23 tahun selain lifter Thailand, Weeraphon Wichuma (20 tahun) dan lifter Turki, Muhammed Furkan Özbek (23 tahun).
Ayahanda Rizki, Muhammad Yasin, sebenarnya sudah memprediksi bahwa anaknya bakal mampu bersinar di ajang internasional. Pencapaian sang kakak ipar, Triyatno, ternyata juga menjadi motivasi lifter berusia 21 tahun tersebut.
"Di tahun 2018 (usia 15 tahun), masih remaja, saya lihat Rizki bakal tampil di ajang internasional. Tapi, saya tidak berpikir dia bakal tampil di olimpiade secepat ini dan dapat medali emas," kata Muhammad Yasin Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (13/8) malam WIB.
"Cuma dia sempat bilang, karena mantu saya kan olimpian juga yang sekarang mendampingi. Nah itu Kiki (sapaan Rizki) bilang ingin seperti Mas Triyatno. Jadi itu salah satu motivasinya juga."
Muhammad Yasin juga menyebut bahwa setiap betanding, anaknya akan berusaha tampil maksimal. Seperti saat tampil di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2024 di Tashkent, Uzbekistan, Februari lalu.
Padahal, Kiki baru satu bulan menjalani operasi usus buntu. Namun, dia mampu tampil maksimal saat bersaing di kelas 73 kilogram putra bersama koleganya, Rahmat Erwin Abdullah.
"Pas di Tashkent itu habis operasi, dia bisa come back. Sebenarnya yang menentukan itu di Tashkent, terus dia (tampil) di Phuket, Thailand (Piala Dunia angkat besi) tampil lebih gila lagi. Kalau saya lihat ini juga tidak terlepas berkat dari Allah yang sayang ke kita," kata Yasin.
Mendapat medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki bakal diganjar bonus Rp6 miliar dari Pemerintah Indonesia. Dia juga berencana menyisihkan sebagian bonus yang diterimanya itu untuk merenovasi sasana latihan di rumahnya agar lebih layak.
"Ruzki latihan di sana dari 2005. Sasananya sekarang masih ada, itu juga alat-alat sendiri. Ya sekarang mau dibenerin-lah sama Rizki, jadi tidak akan begitu lagi," kata Yasin menuntaskan.