Akurat
Pemprov Sumsel

Tersingkir Lebih Awal, Timnas Basket Indonesia U-18 Petik Pelajaran di Piala Asia FIBA

Leo Farhan | 5 September 2024, 16:51 WIB
Tersingkir Lebih Awal, Timnas Basket Indonesia U-18 Petik Pelajaran di Piala Asia FIBA

AKURAT.CO, Timnas Basket Indonesia U-18 putra harus mengemas koper lebih cepat pada ajang Piala Asia U-18 FIBA 2024 yang berlangsung di Yordania pada 2-9 September 2024.

Prayoga Putra dan tim harus puas menjadi juru kunci grup D dengan koleksi tiga poin. Indonesia berada di bawah pemuncak klasemen, Selandia Baru (enam poin), tuan rumah Yordania (lima poin), dan Filipina (empat poin).

Walau demikian, Manajer Timnas Basket U-18, Murni Setionegoro, tetap mengapresiasi perjuangan dan kerja keras yang sudah ditunjukkan pasukannya.

Baca Juga: Kalah Lagi, Timnas Basket Indonesia U-18 Jadi Juru Kunci di Grup D FIBA Asia Cup

Apalagi jika menilik peringkat pada klasemen FIBA di mana Indonesia berada di posisi paling buncit dibanding dengan tiga tim peserta di grup D, yakni peringkat 77 dunia.

Sementara Selandia Baru berada di posisi yang jauh lebih tinggi di peringkat ke-22 dunia, menyusul Filipina di peringkat 34 dunia, dan Yordania di peringkat 35 dunia.

"Saya salut dengan kerja keras dan semangat yang ditunjukkan pemain di lapangan. Mereka sudah berusaha maksimal dan pada akhirnya belajar banyak bagaimana persaingan di level Asia," kata Murni di Yordania sebagaimana dipetik dari keterangan resminya, Kamis (5/9).

Perbedaan peringkat memang tidak bisa dipungkiri berimbas pada kekuatan tim di lapangan. Pun begitu, mereka sudah berjuang keras dan memberikan yang terbaik ketika tampil di Arena Complex, As-Salt.

Hasilnya, Indonesia sudah harus kalah di laga pembuka melawan Filipina dengan skor akhir 48-75 pada Senin (2/9). Menyusul setelahnya kalah atas Selandia Baru dengan skor 43-89 sehari kemudian.

Baca Juga: Timnas Basket Indonesia U-18 Diminta Konsisten Lawan Selandia Baru Malam Ini

Sedangkan pada laga penutup fase grup Merah Putih harus kembali menelan hasil serupa ketika disingkirkan tuan rumah, Yordania, dengan skor akhir 59-82.

Indonesia sebenarnya tidak bermain buruk. Murni melihat timnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan pada laga terakhir melawan Yordania. Apalagi mereka mampu leading lebih dulu atas tuan rumah pada babak pertama.

"Saat ketemu Yordania seharusnya kita bisa ambil. Perjuangan kami berakhir di sini dan yang paling menggembirakan adalah, para pemain dalam kondisi sehat tidak ada yang cedera," jelasnya.

"Kami yakin para pemain ini bisa berkembang dan akan menjadi andalan Indonesia di masa mendatang."

Justin Patrick Alex dan kolega membuka laga dengan mengambil kuarter pertama dengan kemenangan 24-11. Yordania sempat mengejar di kuarter kedua, namun Indonesia mampu mempertahankan keunggulan di kedudukan 34-32.

Tidak mau kecewa tampil di depan publik sendiri, Yordania tampil menggila di kuarter ketiga dengan mengemas 29 poin berbanding 15 poin yang berhasil ditorehkan Merah Putih. Mengantarkan mereka balik memimpin 49-61 atas Indonesia.

Tuan rumah tidak mengendurkan permainan mereka di kuarter terakhir. Hal itu dibuktikan dengan 21 poin yang berhasil mereka catatkan berbanding sepuluh poin dengan yang diraih Indonesia untuk mengakhiri laga dengan skor 59-82.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H