Menpora Sebut Keluhan Soal PON Aceh-Sumut akan Dibuktikan Lewat Evaluasi Satgas Tata Kelola

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, meminta masyarakat menunggu hasil evaluasi Satgas Tata Kelola PON Aceh-Sumut 2024.
Menpora menyebut bahwa evaluasi Satgas Tata Kelola untuk mencegah meluasnya sejumlah dugaan pelanggaran yang sudah beredar selama penyelenggaran PON Aceh-Sumut.
Beberapa di antaranya yang sempat viral adalah arena pertandingan yang belum selesai sesuai jadwal. Juga keluhan atlet PON Aceh-Sumut soal makanan yang dianggap tak sesuai dengan jumlah yang sudah dianggarkan.
Baca Juga: Menpora Beri Nilai 8,5 untuk PON Aceh-Sumut di Tengah Isu Korupsi dan Masalah Venue
“Terkait viralnya (masalah di PON) itu saya tidak ingin semuanya merembet ke mana-mana seolah-olah itu ada korupsi dan sebagainya,” kata Dito sebagaimana dipetik dari Antara, Kamis (26/9).
“Makanya langsung kita sampaikan, karena di PON ini ada Satgas Tata Kelola. Apapun yang masyarakat keluhkan pasti akan dibuktikan ketika ini sudah selesai.”
Menpora sendiri sempat memberikan penilaian 8,5 untuk penyelenggaran PON Aceh-Sumut dalam sebuah forum sebelum upacara penutupan di Stadion Utama Sumatera-Utara, Deli Serdang, 20 September silam.
Penilaian tersebut cukup ironis mengingat banyaknya masalah selama penyelenggaran PON. Bahkan ketika pesta olahraga terbesar se-Indonesia empat tahunan sejak awal sudah memiliki lembaga pengawas dalam bentuk Satgas Teta Kelola.
Baca Juga: KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Venue PON Aceh-Sumut
“Di PON itu sudah ada Keppres Tata Kelola yang dipimpin Jaksa Agung, di dalamnya ada juga Kabareskrim Polri, Jamintel, Jamdatun, Deputi BPKP, dan Deputi LKPP,” kata Dito.
“Jadi seluruh yang terjadi di dalamnya akan di-assesment semua.”
PON Aceh-Sumut adalah PON pertama yang digelar di dua provinsi sekaligus. Perhelatan ini melibatkan 13 ribu atlet dan 38 ribu ofisial yang datang dari seluruh penjuru negeri.
Jawa Barat menjadi juara umum dengan meraih total 540 medali (195 emas, 163 perak, dan 182 perunggu). Diikuti DKI Jakarta di posisi kedua dengan 479 medali (184 emas, 150 perak, dan 145 perunggu).
Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 425 medali (146 emas, 136 perak, dan 143 perunggu), Sementara tuan rumah Sumut di posisi keempat dengan raihan 254 medali (79 emas, 59 perak, dan 116 perunggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









