AKURAT.CO, Timnas Indonesia keluar sebagai runner-up di ajang Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024 yang berlangsung di Brunei Darussalam, 25-29 September 2024.
Indonesia mengoleksi total 29 medali dengan rincian sepuluh emas, sepuluh perak, dan sembilan perunggu di Kejuaraan Dunia Wushu Junior kali ini.
Indonesia berada di bawah China yang berhasil mempertahankan gelar juara umum Kejuaraan Dunia Wushu Junior dengan raihan 13 emas, empat perak, dan dua perunggu.
Iran melengkapi posisi tiga besar di bawah Indonesia dengan koleksi sembilan emas, 12 perak, dan lima perunggu.
Capaian yang berhasil diraih tim Merah Putih ini diapresiasi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto.
Apresiasi dilakukan dengan memberikan bonus total sebesar Rp710 juta untuk atlet peraih medali dan ofisial tim.
Rinciannya adalah peraih emas pertama mendapatkan bonus Rp30 juta di tambah Rp25 juta untuk emas kedua yang didapatkan atas nama atlet yang sama.
Sementara atlet peraih medali perak pertama akan diganjar bonus Rp20 juta dan tambahan Rp10 juta untuk perak kedua yang didapatkannya.
Untuk atlet peraih perunggu, PB WI memberikan bonus sebesar Rp10 juta untuk perunggu pertama dan tambahan Rp4 juta untuk perunggu kedua yang didapatkan.
Sedangkan untuk empat pelatih yang mendampingi, PB WI memberikan bonus masing-masing Rp25 juta. Diikuti manajer, domter, dan masseur yang masing-masing mendapatkan Rp15 juta.
"Ini prestasi luar biasa. Secara keseluruhan sebanyak 29 medali yang dikoleksi Indonesia itu telah melampaui China," kata Airlangga Hartarto saat menerima Timnas Wushu Junior di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Senin (30/9).
Kebanggaan Airlangga Hartarto semakin lengkap ketika Kiemas Samti Negara mencetak sejarah dengan menjadi atlat sanda junior pertana yang mampu meraih emas di Kejuaraan Dunia. Kiemas meraih emas pada nomor Sanda 52 kilogram pra junior Putra.
"Saya juga bangga dengan lahirnya atlet sanda junior yang mencatat sejarah menjadi peraih medali emas di kejuaraan dunia," katanya.
"Semua prestasi ini tercapai tidak terlepas dari perjuangan atlet, pelatih dan ofisial, para orang tua, serta dukungan Kemenpora dan Dewan Kehormatan lainnya."
Pria yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian itu berharap hasil positif ini bisa jadi bekan pasukannya untuk memberikan yang terbaik saat wushu digelar sebagai salah satu cabang eksibisi di Dalar Olympic Youth Games 2025.
Sebelum nantinya dia meminta Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, untuk mendorong wushu sebagai cabor eksibisi di Los Angeles 2028.
"Saya meminta bukan hanya PB WI, tetapi NOC Indonesia juga ikut mendorong agar wushu bisa menjadi cabor eksebisi pada Olimpiade 2028 Los Angeles," jelasnya.
"Jika prosesnya berjalan lancar, atlet yang memperkuat Timnas Wushu Junior Indonesia ini bisa diandalkan untuk meraih medali bilamana wushu menjadi cabor resmi pada Olimpiade 2032 Brisbane."