AKURAT.CO, Oleksandr Usyk pernah menjadi juara dunia kelas berat tak terbantahkan setelah menaklukkan Tyson Fury pada Mei silam.
Ketika itu Oleksandr Usyk menyatukan empat sabuk utama kelas berat, yakni WBC, WBO, WBA, dan IBF.
Gelar tersebut hanya bertahan hingga September di tangan Oleksandr Usyk.
Pasalnya, petinju asal Ukraina itu memilih melakoni laga ulang melawan Tyson Fury pada 21 Desember ketimbang mempertahankan sabuk IBF melawan penantang wajib, Daniel Dubois.
Keputusan yang diambil Usyk ini membuat juara sementara, Daniel Dubois, menjadi pemegang penuh gelar juara dunia kelas berat IBF.
Dubois mempertahankannya ketika menundukkan kompatriotnya, Anthony Joshua.
Setelah pertarungan Usyk vs Fury pada Desember mendatang, mungkin akan ada peluang bagi pemenang laga ini untuk kembali memperebutkan gelar tak terbantahkan. Namun, kali ini melawan Dubois dengan jadwal di akhir 2025.
Untuk merealisasikan hal tersebut, WBC akan mendukung penuh penyatuan keempat sabuk utama itu.
Dalam skenarionya, badan yang menaungi tidak akan memaksakan kewajiban langsung (mempertahankan gelar) kepada pemenang laga Usyk-Fury.
"WBC sangat mendukung pertarungan unifikasi dan juara tak terbantahkan. Saya ingin melihat Dubois melawan pemenangnya, dan tanpa diragukan lagi, pertarungan itu (akan) sensasional," kata Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, sebagaimana dikutip dari laman Skysports.
"Kita semua harus berusaha mewujudkannya. Alasan organisasi ini ada adalah untuk memberikan pertarungan terbaik bagi dunia tinju.
Alasan aturan wajib petarung yang ditetapkan WBC adalah untuk memberikan kesempatan kepada penantang terbaik untuk melawan sang juara dan tidak membiarkan sang juara menghindarinya."
Menurut Sulaiman, saat ini tidak ada pertarungan tinju yang lebih hebat dibanding laga ulang antara Usyk vs Fury.
Selain itu, dia juga sangat puas lantaran beberapa petinju level atas masih aktif bertarung untuk berusaha menjadi yang terbaik.
"Delapan dari sepuluh petinju teratas bertarung di Riyadh. Jadi semua petinju kelas berat telah bertarung satu sama lain dan ini merupakan eksperimen yang hebat," jelas Sulaiman.
"Kami memiliki Tyson Fury melawan Usyk, dan sekarang kami memiliki pertandingan ulang. Tyson Fury melawan Usyk, itu tanggal 21 Desember.
"Kami akan melihat di konvensi WBC bagaimana statusnya (untuk penantang kelas berat wajib mereka) tetapi kita lihat saja nanti."
Salah satu kebijakan yang diambil WBC adalah mendukung upaya para petinju untuk membuat pertarungan kejuaraan kelas berat yang tak terbantahkan.
Mereka bahkan siap untuk mencoba menyelenggarakan pertarungan terbaik yang pernah ada.
"Kami selalu mencoba menjadikan (Deontay) Wilder melawan Joshua sebagai petarung yang tak terbantahkan pada satu waktu, lalu Fury melawan Joshua, lalu Fury melawan Usyk," ungkapnya.
"Butuh waktu yang sangat lama. Dillian Whyte adalah petarung wajib terakhir, setelah itu muncul pertarungan-pertarungan besar, yang mana WBC memutuskan bahwa tidak ada penantang yang lebih hebat daripada yang sedang berlangsung."
Dari pernyataan di atas, jelas WBC tidak akan menghalangi pemenang laga ulang antara Usyk vs Fury untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia kelas berat tak terbantahkan melawan juara IBF Daniel Dubois.