Proliga 2025: Bhayangkara Presisi Juara Usai Tertinggal 2 Set Atas LavAni Livin Transmedia
Leo Farhan | 12 Mei 2025, 13:28 WIB

AKURAT.CO Jakarta Bhayangkara Presisi sukses meraih kemenangan back-to-back dengan mengandaskan perlawanan Jakarta LavAni Livin Transmedia di laga Grand Final Proliga 2025.
Tertinggal dua set lebih dulu, Farhan Halim dkk. mampu bangkit dengan merebut tiga set terakhir untuk meraih kemenangan 3-2 (25-19, 25-23, 22-25, 22-25, dan 9-15) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025).
Kemenangan Bhayangkara dalam partai final keempat beruntun (sejak 2022) melawan LavAni, sekaligus mempertahankan gelar yang berhasil mereka dapatkan pada tahun lalu. Atau yang kedua secara beruntun.
Tertinggal dua set lebih dulu, pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, menekankan agar pasukannya bermain fokus dan tidak mudah panik saat berada di posisi tertinggal.
"Kami telah menginstruksikan kepada pemain agar tidak cepat panik, meski tertinggal poin. Hasilnya seperti malam ini, meski kami tertinggal 0-2 tapi berhasil mengejar dan menang," jelas Reidel Toiran.
"Setelah melewati final four kemarin, kami terus mencoba memperbaiki kualitas permainan."
Sementara itu, asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, menyatakan bahwa penampilan pasukannya malam ini terasa seperti anti klimaks dan bermain tidak sesuai harapan setelah mampu unggul 2-0 lebih dulu.
"Set pertama dan kedua kami masih bisa mengendalikan permainan. Tapi, di set berikutnya pemain kami seperti kehilangan akal, karena disatu sisi lawan bisa membaca permainan kami," kata Erwin.
"Banyak sekali kesalahan-kesalahan dari pemain, termasuk receive, dan block kami semakin melemah."
Baca Juga: Proliga 2025: Tiga Kali Finalis Beruntun Sejak 2022, Jakarta LavAni Kembali Targetkan Juara
Jalannya Laga
Duel di laga final antara Bhayangkara vs LavAni sudah berlangsung sengit sejak awal set pertama.
Kejar-kejaran poin terus terjadi sebelum klub kepunyaan mantan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono itu memimpin 14-10.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan LavAni, walau Bhayangkara coba memangkas defisit poin menjadi dua di kedudukan 15-17.
Namun, setelahnya LavAni mampu menjauh dengan merebut tiga poin beruntun untuk mengubah kedudukan menjadi 20-15, sebelum akhirnya merebut set pertama 25-19.
Laga ketat terjadi pada set kedua, Bhayangkara yang tidak ingin kehilangan kesempatan meraih gelar juara sempat memimpin 6-3.
Sayang, keunggulan itu tidak mampu bertahan lama. LavAni mampu keluar dari tekanan untuk membalikkan keadaan menjadi 18-16. Setelahnya, selisih poin tidak pernah lebih dari satu sebelum akhirnya LavAni kembali merebut set kedua dengan skor 25-23.
Dengan kemenangan ini, skuad asuhan pelatih Nicolas Vives hanya butuh satu set lagi untuk bisa menyegel gelar juara Proliga 2025.
Namun, penampilan luar biasa mampu ditunjukkan pasukan Bhayangkara pada set ketiga. Mereka mampu mengungguli LavAni dengan selisih enam poin di kedudukan 16-10.
Mampu tampil nyaman di set ini, Bhayangkara tidak menyia-nyiakan peluang mereka untuk memperkecil ketertinggalan setelah merebut set ketiga dengan skor 25-22. Sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-2.
Kemenangan di set ketiga membawa angin segar bagi anak asuh Reidel Toiran. Mereka tampil lebih percaya diri pada set keempat untuk membuka keunggulan 7-5 lebih dulu.
Namun, LavAni yang hanya butuh satu set untuk menyegel gelar juara tidak mau kehilangan momentum sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan dengan keunggulan empat poin di kedudukan 16-12.
Sayang, keunggulan tersebut tidak mampu mereka pertahankan. Bhayangkara perlahan-lahan mampu memangkas jarak hingga hanya selisih satu poin 22-21.
Setelahnya, empat poin beruntun yang didapatkan Farhan Halim dan kolega mampu menyudahi laga dengan skor 25-22, sekaligus memaksa LavAni melewati set penentu untuk memastikan gelar juara musim ini.
Pada set penentu, Bhayangkara yang semakin percaya diri tampil semakin solid. Mereka bahkan mampu memimpin 4-1 lebih dulu, membuat permainan LavAni seperti di bawah tekanan.
Benar saja, LavAni terlihat kesulitan melancarkan serangan balasan dan hanya mampu memangkas selisih dua poin di kedudukan 7-9, sebelum Bhayangkara tancap gas memastikan gelar back-to-back mereka dengan kemenangan 15-9 di set ketiga.
Kemenangan pada set penentu ini, sekaligus membalikkan keadaan bagi Bhayangkara yang sebelumnya tertinggal 0-2 menjadi kemenangan 3-2 atas LavAni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









