Italia Terbuka: Carlos Alcaraz Putus Rentetan Kemenangan Jannik Sinner di Depan Publik Roma

AKURAT.CO, Carlos Alcaraz memutus 26 kemenangan beruntun petenis tuan rumah, Jannik Sinner, dengan skor akhir 7-6(7-5) dan 6-1 di babak final Italia Terbuka 2025.
Bertarung di Foro Italico, Roma, Italia, Minggu (18/5) setempat, Italia Terbuka adalah turnamen pertama yang diikuti Jannik Sinner sejak hukuman larangan doping selama tiga bulan.
Dia berharap bisa menjadi petenis tunggal putra tuan rumah pertama yang merebut gelar Italia Terbuka sejak Adriano Panatta pada 1976.
Baca Juga: Jannik Sinner Dilarang Bermain 3 Bulan ke Depan, Absen di Indian Wells dan Miami Terbuka
"Ada beberapa bulan yang tidak mudah. Berada di final saja sudah merupakan hasil yang luar biasa," kata Jannik Sinner sebagaimana dikutip laman BBC.
"Saya sudah berusaha hari ini, tetapi hanya itu yang saya miliki. Itu (melawan Alcaraz) adalah ujian yang bagus bagi saya."
Petenis tuan rumah itu punya peluang pada set pertama dengan unggul dua set poin. Namun pukulan backhand-nya harus melebar membuat Carlos Alcaraz yang merupakan juara bertahan Prancis Terbuka mampu keluar dari tekanan dan mengamankan set pembuka.
Setelah memenangi tie-break yang menegangkan di set pembuka, pemilik empat gelar grand slam Alcaraz mampu tampil lebih baik di set kedua.
Baca Juga: Miami Terbuka: Carlos Alcaraz Akui Tampil Buruk Setelah Disingkirkan Goffin di Putaran Kedua
Petenis Spanyol berusia 22 tahun ituu memanfaatkan sepenuhnya permainan gemilang di set kedua dan memastikan gelar juara dengan pukulan voli ke arah net.
"Saya sangat senang bisa mendapatkan gelar pertama saya di Roma, dan semoga ini bukan yang terakhir," kata Carlos Alcaraz.
"Saya bangga dengan diri saya sendiri, dengan cara saya menghadapi pertandingan secara mental. Secara taktik, saya pikir saya bermain cukup baik dari poin pertama hingga poin terakhir."
Selain itu Alcaraz juga memuji penampilan rivalnya yang menunjukkan penampilan yang sangat luar biasa setelah menjalani hukuman larangan tiga bulan berkompetisi.
"Saya yakin tidak mudah baginya untuk kembali setelah tiga bulan dan mencapai final adalah sesuatu yang gila, jadi saya harus mengucapkan selamat kepadanya," kata Alcaraz.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









