Akurat Logo

Jonatan Christie Ukir Sejarah, Tembus Final Indonesia Open untuk Pertama Kalinya

Zainal Hasan | 7 Juni 2026, 02:20 WIB
Jonatan Christie Ukir Sejarah, Tembus Final Indonesia Open untuk Pertama Kalinya
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Foto: Akurat.co/Endra Prakoso

AKURAT.CO Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil memastikan langkah ke partai final Polytron Indonesia Open 2026 setelah melewati pertarungan sengit di babak semifinal, Sabtu (6/6/2026).

Bermain di hadapan publik sendiri, Jonatan harus bekerja keras sebelum akhirnya menyingkirkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 16-21, 21-10, dan 21-12.

Kemenangan tersebut sekaligus menambah wakil Merah Putih yang berhasil melaju ke babak puncak turnamen level Super 1000 tersebut. Indonesia juga sudah memastikan satu tempat di final sektor ganda putra yang akan diperebutkan sesama pasangan tuan rumah.

Pada awal pertandingan, Jonatan tampil kurang nyaman menghadapi permainan agresif lawannya. Teeraratsakul mampu memanfaatkan kecepatan shuttlecock untuk terus menekan dan merebut gim pertama.

Namun, peraih medali emas Asian Games 2018 itu menunjukkan mentalitas juara. Memasuki gim kedua, Jonatan mengubah pendekatan permainan dengan tampil lebih sabar dan disiplin dalam membangun serangan.

Baca Juga: Indonesia Terbuka: Lewati Ujian Pertama, Jonatan Christie Ingin Raih Gelar Perdana

Strategi tersebut berhasil meredam agresivitas lawan sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Momentum positif terus berlanjut pada gim ketiga. Jonatan tampil lebih dominan, sementara Teeraratsakul mulai kehilangan ritme permainan dan kerap melakukan kesalahan sendiri.

Keunggulan yang sempat melebar hingga 17-11 membuat Jonatan semakin percaya diri hingga akhirnya mengunci kemenangan.

"Puji Tuhan bisa melaju ke final. Pertandingannya cukup menegangkan karena kondisi shuttlecock hari ini berbeda dan jauh lebih cepat. Situasi itu sebenarnya menguntungkan lawan yang memiliki serangan dan smash sangat keras," kata Jonatan, seusai pertandingan.

Menurutnya, kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan menjadi salah satu faktor yang membuatnya kehilangan gim pertama.

Baca Juga: Indonesia Terbuka: Penasaran, Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani Incar Gelar Perdana di Istora

"Di gim pertama saya kurang bisa mengantisipasi kondisi tersebut. Setelah itu saya mencoba bermain lebih agresif dan bersyukur bisa keluar dari tekanan," ujarnya.

Lebih dari sekadar kemenangan, keberhasilan ini memiliki arti spesial bagi Jonatan. Untuk pertama kalinya sepanjang kariernya, ia berhasil menembus final Indonesia Open.

Momen tersebut menjadi pencapaian yang telah lama dinantikan oleh pemain berusia 28 tahun itu.

"Ini final pertama saya di Indonesia Open. Rasanya sangat berarti karena saya sudah menunggu kesempatan ini cukup lama. Saya terus mencoba mencari formula yang tepat dan mungkin tahun ini menjadi waktunya," tutur Jonatan.

Di partai final, Jonatan akan menghadapi wakil Kanada, Victor Lai. Pebulu tangkis muda tersebut lebih dulu mengamankan tiket final usai menyingkirkan unggulan asal Taiwan, Chou Tien Chen, lewat laga ketat tiga gim 21-19, 19-21, dan 21-19.

Jonatan menilai Victor merupakan pemain muda yang memiliki kecepatan, daya juang, serta stamina yang sangat baik. Ia pun mengaku harus mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi pertandingan puncak.

"Sepanjang turnamen ini saya menghadapi beberapa pemain muda yang punya energi besar. Victor juga menunjukkan kualitasnya saat mengalahkan Chou Tien Chen. Itu tentu harus menjadi perhatian," kata Jonatan.

Final Polytron Indonesia Open 2026 juga akan menjadi pertemuan pertama antara Jonatan Christie dan Victor Lai di level internasional. Pertarungan keduanya diprediksi berlangsung sengit mengingat sama-sama sedang berada dalam performa terbaik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Z
Reporter
Zainal Hasan
W
Editor
Wahyu SK