Akurat
Pemprov Sumsel

Bima Abdi Negara dan Rina Sintya Keluar Sebagai Juara Sektor Tunggal Putra dan Putri Seleknas Tenis Meja 2025

Leo Farhan | 30 Mei 2025, 14:00 WIB
Bima Abdi Negara dan Rina Sintya Keluar Sebagai Juara Sektor Tunggal Putra dan Putri Seleknas Tenis Meja 2025
 

AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melangsungkan Seleksi Nasional (Seleknas) untuk pembentukan Tim Tenis Meja Indonesia menuju SEA Games Thailand 2025 Desember mendatang.

Dalam Seleknas yang berlangsung di Gedung GBK Arena, Senayan, Jakarta, 25-29 Mei 2025 ini, M Bima Abdi Negara dinobatkan sebagai juara sektor tunggal putra, sementara Rina Sintya keluar sebagai juara sektor tunggal putri.

Bima menjadi juara sektor tunggal putra dengan catatan 13 kemenangan dan dua kalah dalam 15 laga di babak 16 besar. Sementara Rina menjadi juara sektor tunggal putri juga dengan catatan 13 kemenangan dan dua kalah.
 
Baca Juga: Pemerintah Segera Bentuk Federasi Tenis Meja Nasional yang Baru, Menpora Ingin Menhum Jadi Ketua

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, mengatakan bahwa Seleknas ini adalah awal mula kebangkitan tenis meja di Indonesia yang selama 14 tahun terakhir terus dirundung perselisihan kepengurusan.

"Kita sudah punya data base pemain lengkap, semua atlet terjaring. Sejumlah 200 nama yang terjaring ini akan selalu kita monitor dan persiapkan bagaimana potensinya ke depan," kata Menpora Dito Ariotedjo di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (29/5).

Seleknas ini mendapat apresiasi banyak pihak karena menjadi ajang obyektif dalam pemilihan pemain nasional tenis meja.

Selain Menpora Dito Ariotedjo, hadir juga Wamenpora Taufik Hidayat, Deputi Peningkatan Prestasi Surono, dan Deputi Industri Olahraga Raden Isnanta di hari terakhir Seleknas.

Turut hadir Menteri Hukum Supratman Andi Atgas, Ketua Indonesia Pingpong League (IPL) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Sekjen NOC Indonesia Wijaya Nuradi, hingga legenda tenis meja Anton Suseno yang tiga kali tampil di Olimpiade.

Mantan pemain nasional yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) IPL, Yon Mardiyono, menilai Seleknas ini menjadi terobosan obyektif dalam pemilihan pemain yang bakal menghuni skuad pelatnas SEA Games Thailand 2025.

Dia menyatakan untuk perhelatan SEA Games sebelumnya, pemilihan pemain-pemainnya selalu tidak obyektif.
 
Baca Juga: Hidupkan Tenis Meja, Ketua KOI Dorong Kejuaraan UAH International Super Series Masuk Kalender ITTF

"Comot sana comot sini saja. Jadi, inilah yang bagus karena diberikan langkah yang obyektif untuk mencari pemain masuk Pelatnas," kata Yon di GBK Arena, Kamis (29/5).

"Selanjutnya perlu langkah obyektif yang untuk memilih pelatih. Selain pemain, pelatih juga di-challenge."

Pertandingan di Seleknas berlangsung seru sejak hari pertama. Ini karena kekuatan masing-masing atlet masih terlihat berimbang, terutama setelah masuk 16 besar.

Seksi Pertandingan Seleknas, Anang Satriyono, menilai bahwa para pemain yang tampil di Seleknas tahun ini sudah mewakili semua atlet terbaik tenis meja di Tanah Air.

Para pemain diundang secara pribadi meskipun berasal dari klub, Pengprov maupun dari instansi dan perorangan. Menunjukkan antusiasme tinggi insan tenis meja Tanah Air.

"Ada 191 pemain yang tampil terdiri dari 128 putra dan 63 putri. Ini luar biasa yang mencerminkan antusias insan tenis meja menyambut Seleknas ini," kata Anang.

Kualitas peserta juga mumpuni karena juara PON 2024 Aceh – Sumut, IPL dan SEA Youth ikut ambil bagian. Dengan kualitas ini Anang berharap Indonesia akan bisa menghadirkan tim yang bisa bersaing di SEA Games 2025.

Nantinya akan ada delapan atlet putra dan delapan atlet putri yang akan dipilih oleh pihak Kemenpora untuk masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tenis Meja.



 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H