Soroti Bonus Rolex untuk Timnas Indonesia, Legenda Wushu Lindswell Kwok Kecam Diskriminasi Anggaran

AKURAT.CO, Mantan atlet wushu juara dunia asal Indonesia, Lindswell Kwok, melontarkan kritik tajam kepada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait bantuan dana untuk cabang olahraga (cabor) di Indonesia.
Pernyataan tersebut diutarakan peraih medali emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018 itu di laman Instagram pribadinya. Dia menyoroti diskriminasi fasilitas yang diberikan kepada cabor yang dianggap tidak populer meski menyumbang banyak prestasi.
"Sudah adil belum Pemerintah dalam memfasilitasi atlet-atletnya? Karena cabang olahraganya banyak peminat, lebih terkenal? Lantas bukannya prestasi itu dinilai dari pencapaian?" tulis Lindswell di Instastory pribadinya.
Baca Juga: Hasrat Prabowo Ingin Jadi Ayah Garuda, Kemilau Rolex, dan Ambisi Erick Thohir
Bukan cuma itu, Ratu Wushu Asia itu juga menyoroti pemulangan sepihak atlet-atlet muda dari cabor wushu yang telah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) selama delapan bulan untuk persiapan Youth Olympic Games 2016.
Yang lebih parahnya lagi, kata Lindswell, pemulangan atlet tersebut dilakukan melalui rapat lewat zoom dan bukan pemberitahuan langsung. Tanpa proses yang layak hanya dengan alasan efisiensi anggaran.
"Atlet-atlet ini dikumpulkan oleh Kemenpora, mereka meninggalkan sekolah, meninggalkan rumah, tapi tiba-tiba dipulangkan begitu saja. Apa boleh begitu?" kata Lindswell.
Ia menyebut pemulangan itu bukan keputusan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), melainkan murni keputusan dari Kemenpora. Hal ini menandakan lemahnya komitmen negara terhadap pembinaan atlet usia muda di cabor non-sepakbola.
Baca Juga: Menpora Pastikan Pelatnas SEA Games Tetap Berlanjut di Tengah Efisiensi Anggaran
Lindswell juga membeberkan ketimpangan dana bantuan Pelatnas antara cabor populer seperti sepakbola dan cabor berprestasi tapi kurang mendapat sorotan publik.
"Boleh cek sendiri anggaran untuk masing-masing cabor tahun ini. (Bantuan untuk) sepakbola mendekati Rp200 miliar. Cabor lain? 10 sampai 30 miliar. Jauh enggak? Merata tidak?" singgungnya.
Padahal, menurutnya, prestasi olahraga seharusnya dihargai dari hasil, bukan dari tingkat popularitas atau banyaknya penggemar.
Ia menilai Pemerintah terjebak dalam kebijakan populis yang hanya menguntungkan cabor tertentu tanpa memperhatikan potensi besar dari cabor lain.
Lindswell menekankan bahwa kritik ini bukan ditujukan kepada atlet atau fans sepakbola. Tetapi kepada Pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sistem olahraga nasional.
Ia mengajak publik untuk tidak terjebak dalam perdebatan horizontal antar fans, melainkan mendorong evaluasi vertikal terhadap kebijakan pemerintah.
"Kalau karena fans lalu kalian pro dengan ketidakadilan, maka kalian juga ikut membantu Pemerintah menjadi semakin terpuruk kinerjanya," jelas Lindswell.
Sebelumnya, Timnas Sepakbola Indonesia mendapatkan masing-masing satu buah jam tangan Rolex setelah mereka berhasil mengalahkan China dengan skor 1-0 pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sayangnya, di tengah pemberian hadiah ini, sebelumnya pihak Kemenpora tengah mengecangkan ikat pinggang atau melakukan efisiensi terharap bantuan kepada cabor-cabor yang tengah menjalani Pelatnas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







