World Athletics Wajibkan Uji Kromosom Kelamin untuk Atlet Putri Mulai September

AKURAT.CO, Federasi Atletik Internasional (World Athletics) resmi menerapkan regulasi uji kelamin untuk atlet putri mulai September mendatang.
Dimulai pada 1 September 2025, regulasi baru ini hanya dilakukan sekali seumur hidup untuk setiap atlet.
Adapun kejuaraan pertama yang memberlakukan aturan ini adalah Kejuaraan Dunia Atletik yang bakal digelar di Tokyo, 13-21 September mendatang.
Baca Juga: IAAF Sebut Aturan Testoteron Masuk Akal
BBC menyebut bahwa uji genetik yang disebut dengan SRY ini bertujuan untuk memeriksa kemungkinan adanya kromosom Y yang menyebabkan seorang atlet putri memiliki karakteristik perkembangan seperti putra.
Dilakukan dengan swab pipi atau tes darah, hasil uji kelamin ini akan mengizinkan seorang atlet berpartisipasi di kompetisi putri jika mereka diketahui negatif dari kromosom Y.
Jika positif, atlet bersangkutan tetap diizinkan tampil di kategori putri namun non-ranking. Atau, mereka diperbolehkan berpartisipasi di kategori apapun kecuali putri.
Dalam pernyataan resminya, World Athletics mengatakan bahwa uji kelamin ini sangat akurat dan sangat tidak mungkin salah.
"Benar-benar penting dalam sebuah cabang olahraga yang berusaha menarik lebih banyak perempuan agar mereka masuk ke cabang olahraga meyakini tidak ada plafon kaca biologis," kata Presiden World Athletics, Lord Coe.
Baca Juga: Pengadilan HAM Eropa Putuskan Mahkamah Agung Swiss Langgar Hak Legal Caster Semenya
Penerapan aturan ini sejatinya merupakan rangkaian polemik panjang yang diawali dengan aturan pengurangan kadar testoteron untuk atlet putri yang dikeluarkan World Athletics (ketika itu masih IAAF) pada 2019.
Mereka yang wajib mengurangi kadar testoteronnya adalah atlet putri yang memiliki ciri pertumbuhan seksual berbeda atau difference of sexual development (DSD).
Salah satu kasus yang menjadi polemik adalah kasus juara dunia dan olimpiade asal Afrika Selatan, Caster Semenya.
Atlet putri ini menolak mematuhi aturan tersebut dengan anggapan mendiskriminasi dan melecehkan keberadaan biologis naturalnya.
Alhasil sejak itu Caster Semenya tak bisa tampil di nomor 800 meter andalannya. Ia hanya boleh berkompetisi di nomor yang bukan jarak 400 meter sampai satu mil.
Kasus Caster Semenya masih berjalan. Pada 10 Juli lalu, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (EHCR) menyatakan bahwa Mahkamah Federasi Swiss yang menolak banding Semenya tidak melindungi hak legal atlet bersangkutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








