Jessica Pegula Nilai Format Baru Ganda Campuran AS Terbuka Menarik, tapi Minim Sosialisasi
Leo Farhan | 12 Agustus 2025, 14:54 WIB

AKURAT.CO, Petenis peringkat empat dunia, Jessica Pegula, menilai perubahan format nomor ganda campuran di Amerika Serikat Terbuka 2025 berpotensi menarik minat banyak penonton.
Namun, Jessica Pegula mengkritik kurangnya komunikasi diantara penyelenggara dengan para pemain sebelum keputusan yang diambil untuk AS Terbuka tahun ini tersebut.
AS Terbuka pada Februari lalu mengumumkan bahwa sektor ganda campuran berhadiah total US$1 juta (sekitar Rp16,3 triliun) akan digelar pada 19–20 Agustus, atau sepekan sebelum babak utama tunggal dimulai.
Perubahan format yang dimaksud adalah jadwal dan sistem pelaksanaan nomor ganda campuran di AS Terbuka 2025.
Sebelumnya sektor ini dimainkan bersamaan dengan jadwal turnamen utama (babak tunggal dan ganda) selama dua pekan gelaran Grand Slam.
Namun, saat ini AS Terbuka memajukan seluruh pertandingan ganda campuran menjadi hanya dua hari, 19–20 Agustus 2025, tepat sepekan sebelum babak utama tunggal dimulai.
Selain itu, format baru ini dikemas lebih singkat sehingga semua pertandingan ganda campuran tuntas sebelum turnamen utama.
Termasuk pembatasan jumlah peserta yang lebih ketat dibanding format sebelumnya, yang berdampak pada berkurangnya peluang bermain bagi petenis ganda yang biasanya mengandalkan sektor ini sebagai pemasukan.
Namun, saat ini AS Terbuka memajukan seluruh pertandingan ganda campuran menjadi hanya dua hari, 19–20 Agustus 2025, tepat sepekan sebelum babak utama tunggal dimulai.
Selain itu, format baru ini dikemas lebih singkat sehingga semua pertandingan ganda campuran tuntas sebelum turnamen utama.
Termasuk pembatasan jumlah peserta yang lebih ketat dibanding format sebelumnya, yang berdampak pada berkurangnya peluang bermain bagi petenis ganda yang biasanya mengandalkan sektor ini sebagai pemasukan.
Baca Juga: Kanada Terbuka: Emma Raducanu Kalahkan Elena-Gabriela Ruse, Makin Matang Jelang AS Terbuka
Kebijakan ini menuai protes, termasuk dari juara bertahan Sara Errani dan Andrea Vavassori yang menyebutnya sebagai "ketidakadilan mendalam" bagi petenis ganda.
"Saya merasa terhormat diminta bermain. Ini akan menyenangkan dan para penggemar pasti menikmatinya. Namun cara mereka melakukannya kurang tepat," ujar Jessica Pegula dikutip Channel News Asia.
"Format diubah begitu saja tanpa memberi tahu siapa pun. Apakah mereka sudah berbicara dengan para pemain? Apakah ada masukan? Itulah yang kami upayakan sekarang, agar komunikasi bisa lebih lancar."
Penyelenggara AS Terbuka menyatakan format baru akan memberi sorotan lebih besar pada ganda campuran sekaligus menginspirasi lebih banyak orang bermain tenis.
Pegula, yang akan berpasangan dengan rekan senegara Tommy Paul dan bersaing dengan pasangan seperti Carlos Alcaraz–Emma Raducanu serta Jannik Sinner–Emma Navarro, mengingatkan bahwa pembatasan jumlah peserta bisa berdampak pada pendapatan petenis ganda.
"Tidak baik jika ada pemain kecewa karena tidak bisa ikut, apalagi bagi mereka yang mengandalkan nomor ini untuk pemasukan. Ini akan jadi acara seru, tapi kalau komunikasinya lebih baik, mungkin reaksinya tidak seperti sekarang," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








