Akurat
Pemprov Sumsel

Disyaratkan Uji Jenis Kelamin, Juara Olimpiade Asal Taiwan tetap Turun di Kejuaraan Dunia Tinju

Badri | 21 Agustus 2025, 19:29 WIB
Disyaratkan Uji Jenis Kelamin, Juara Olimpiade Asal Taiwan tetap Turun di Kejuaraan Dunia Tinju

AKURAT.CO, Petinju putri peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 asal Chinese Taipei (Taiwan), Lin Yu-ting, tetap dengan rencananya untuk turun ke Kejuaraan Dunia Tinju 2025 yang bakal digelar di Liverpool, Inggris, 4-14 September mendatang.

Isyarat ini disampaikan Lin Yu-ting sehubungan dengan aturan uji jenis kelamin yang diterapkan organisasi tinju dunia, World Boxing, untuk setiap petinju yang bakal bertanding di Kejuaraan Dunia.

Adapun Lin Yu-ting bersama petinju asal Aljazair, Imane Khelif, dikaitkan dengan aturan tersebut karena mereka dianggap memiliki tenaga layaknya atlet putra ketika bertarung di Olimpiade Paris tahun lalu.

Baca Juga: Viral karena Kontroversi Gender, Petinju Aljazair dan Taiwan Didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia

“Lin Yu-ting baru saja kembali dari latihan di Korea Selatan dan kami sedang menunggu pemberitahuan dari organisasi tinju Taiwan untuk detil pendaftaran dalam persiapan Kejuaraan Dunia Tinju 2025,” kata Pelatih Yu-ting, Tseng Tzu-chiang, sebagaimana dipetik dari Channel News Asia.

Dia tak mempertimbangkan mundur dari kompetisi karena (regulasi) baru tes gender. Kami akan mendaftarkan semua dokumen yang relevan yang diminta oleh penyelenggara, sebagai bagian dari prosedur normal.”

Lin Yu-ting adalah petinju berusia 29 tahun yang sudah mengoleksi satu medali emas olimpiade, dua emas dan satu perunggu di kejuaraan dunia, satu emas dan satu peringgu Asian Games, dan dua emas Kejuaraan Asia.

Adapun Kejuaraan Dunia Tinju 2025 adalah turnamen pertama yang digelar di bawah naungan World Boxing sebagai organisasi pengganti International Boxing Association (IBA).

Baca Juga: Disebut Punya Kromosom Pria, Petinju Putri Aljazair Imane Khelif Gugat Media Prancis

Presiden World Boxing, Boris Van Der Vorst, mengatakan bahwa uji jenis kelamin sebagai persyaratan untuk Kejuaraan Dunia merupakan upaya lembaganya untuk menjaga prinsip keadilan di pertandingan.

“World Boxing menghormati martabat semua individu dan bersemangat untuk memastikannya agar menjadi seinklusif mungkin,” kata Van Der Vorst.

“Meski demikian, di dalam olahraga tarung seperti tinju, kami punya tugas untuk memastikan keamanan dan kekompetitifan dan keadilan, yang merupakan prinsip-prinsip kunci yang memandu penciptaan dan pengembangan kebijakan ini.”

Agak berbeda dengan Lin Yu-ting, Imane Khelif memutuskan mundur dari turnamen World Boxing di Belanda Juni lalu karena ia tak hendak mengikuti syarat uji jenis kelamin.

Khelif sendiri belum memberitahu apakah ia akan turun di Kejuaraan Dunia September ini. Namun demikian, atlet berusia 26 tahun ini belum lagi bertarung sejak kesuksesannya yang kontroversial di Paris, tahun lalu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H