Dualisme Belum Selesai, KONI Pusat Pertahankan Pertina sebagai Federasi Tinju yang Sah
Leo Farhan | 5 September 2025, 13:49 WIB

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Ade Lukman, menegaskan bahwa Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) merupakan satu-satunya induk organisasi tinju yang diakui sebagai anggota KONI.
Hal ini disampaikan menanggapi dinamika dualisme organisasi tinju nasional antara Pertina dan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) yang dilantik oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo beberapa waktu lalu.
Ade menekankan bahwa keberadaan dua federasi tinju nasional saat ini bukanlah kondisi yang diharapkan. Ia berharap seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus, bisa bersatu di bawah satu wadah resmi.
"Kalau dari KONI Pusat, anggota yang kami akui adalah Pertina. Memang ada dinamika dengan adanya Perbati yang diakui KOI (NOC Indonesia) tapi dualisme ini sangat tidak diinginkan," kata Ade Lukman, di Jakarta, Rabu (3/9).
Menurutnya, dengan struktur organisasi yang lengkap hingga ke tingkat provinsi, Pertina telah menjalankan peran pembinaan berjenjang dari kabupaten/kota hingga nasional. Oleh sebab itu, KONI menekankan pentingnya penguatan organisasi ini agar pembinaan atlet tidak terganggu.
Menyinggung keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2025 di Thailand, Ade menegaskan bahwa fokus utama adalah memastikan atlet terbaik Indonesia dapat tampil, terlepas dari perbedaan wadah organisasi, baik itu atlet dari Pertina atau Perbati.
"Intinya, bagi kami atlet terbaiklah yang harus mewakili Indonesia di multievent seperti SEA Games, Asian Games, maupun kualifikasi Olimpiade. Jangan sampai atlet dikorbankan karena dualisme organisasi," katanya.
Baca Juga: Klarifikasi Presiden Asian Boxing, Akui Perbati Pimpinan Ray Zulham Federasi Tinju Resmi Indonesia
Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan Pertina melalui jaringan di 38 provinsi harus tetap menjadi modal utama dalam pencarian dan pengembangan talenta tinju nasional.
"Atlet itu aktor utama dari sebuah federasi. Jangan dilihat asalnya dari mana, yang penting mereka hasil pembinaan terbaik dan layak untuk mewakili Merah Putih," imbuhnya.
KONI berharap polemik dualisme federasi tinju nasional ini bisa segera diselesaikan melalui jalan tengah yang menempatkan kepentingan atlet di atas segalanya.
Ade menegaskan bahwa Pertina sebagai anggota KONI diharapkan dapat segera meneguhkan posisinya di level internasional agar tidak ada hambatan dalam keikutsertaan di multievent global.
"Harapan kami, Pertina juga bisa menjadi member dari federasi internasional. Dengan begitu, semua jalur pembinaan dan partisipasi internasional bisa berjalan rapi dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," tutup Ade.
Dengan penegasan ini, KONI mendorong agar seluruh pihak menempatkan kepentingan atlet dan prestasi bangsa sebagai prioritas, bukan hanya kepentingan organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







