Akurat
Pemprov Sumsel

Janice Tjen Ukir Sejarah, Petenis Tunggal Putri Indonesia Pertama Tembus Semifinal WTA Setelah 23 Tahun

Leo Farhan | 13 September 2025, 14:31 WIB
Janice Tjen Ukir Sejarah, Petenis Tunggal Putri Indonesia Pertama Tembus Semifinal WTA Setelah 23 Tahun

AKURAT.CO, Janice Tjen melanjutkan kiprah impresifnya di tur Hologic WTA dengan menyingkirkan unggulan ketiga asal Filipina, Alexandra Eala, di babak perempat final Sao Paulo Open 2025.

Berlaga di Parque Villa-Lobos, Sao Paulo, Brasil, Sabtu (13/9) WIB, Janice Tjen yang sempat tertinggal 0-3 di set pertama bangkit dan memenangi 12 dari 14 gim berikutnya untuk menutup laga dengan skor 6-4 dan 6-1 hanya dalam waktu satu jam 12 menit.

Pencapaian ini menjadikan Janice Tjen sebagai petenis tunggal putri Indonesia pertama yang berhasil mencapai semifinal turnamen WTA dalam 23 tahun terakhir, sejak Angelique Widjaja menjuarai Pattaya City 2002.

Baca Juga: AS Terbuka: Emma Raducanu Sebut Janice Tjen Bakal Makin 'Pede' setelah Penampilan di New York

Petenis berusia 23 tahun itu kini mencatat rekor musim 2025 yang impresif, yakni 62 kemenangan dan 12 kekalahan. Serta total 103-15 sejak lulus dari Pepperdine University pada Juni tahun lalu.

Meski ini merupakan pertemuan pertama mereka di level profesional, Janice dan Eala punya sejarah panjang sejak junior. Keduanya sudah saling berhadapan di turnamen ITF Grade 4 pada 2018.

Menariknya, kala itu masing-masing memenangi laga tandang, Eala di Jakarta dan Janice di Makati City, Filipina.

Usai kemenangan bersejarah kali ini, Janice sempat menuliskan "SEA" disertai gambar hati di kamera, simbol kebanggaan Asia Tenggara atas pertemuan dua talenta regional di panggung WTA.

Baca Juga: AS Terbuka: Kejutan Janice Tjen Selesai, Dihentikan Emma Raducanu 2 Set Langsung

Eala, yang tengah dalam tren positif dengan tujuh kemenangan beruntun usai merebut gelar WTA 125 di Guadalajara pekan lalu, sebenarnya memulai pertandingan dengan lebih baik.

Ia mampu memberikan tekanan untuk Janice di sisi backhand dan unggul cepat 3-0. Namun, momentum segera berubah ketika Janice menemukan ritme servis dan footwork-nya.

Dengan agresif berputar mengandalkan forehand, Janice menghujani lawannya dengan 23 winner, jauh lebih banyak dari empat winner yang dicatatkan Eala.

Sejak tertinggal di awal laga, Janice hanya menghadapi satu break point pada set kedua, dan berhasil menyelamatkannya dengan forehand winner serta servis-servis keras.

Eala goyah, mencatatkan 15 unforced error yang sebagian besar masuk ke net. Janice semakin percaya diri hingga akhirnya mengonversi match point kedua dengan return winner bersih, menegaskan kemenangan dan mencatatkan kemenangan keempatnya atas petenis Top 100.

"Rasanya masih tidak bisa dipercaya, bahkan sampai sekarang belum sepenuhnya tersadar," kata Janice usai pertandingan dikutip laman resmi WTA Tennis.

"Saya hanya mencoba fokus di setiap poin, apalagi melawan Alex Eala, kita semua tahu dia bisa bangkit kapan saja. Jadi saya hanya berusaha tetap konsentrasi sampai akhir."

Di semifinal, Janice akan menghadapi unggulan keenam asal Inggris, Francesca Jones, yang sebelumnya menyingkirkan unggulan kedua Solana Sierra 6-3, 6-4.

Bagi Jones, ini akan menjadi semifinal tur WTA keduanya setelah Bogota 2023. Jones bahkan memuji permainan Janice yang dinilainya unik sekaligus menarik.

"Dia terlihat sedang bermain tenis dengan sangat baik. Saya sebenarnya suka gaya mainnya, dan saya pikir pertandingan semifinal nanti akan menyenangkan. Kami punya beberapa kesamaan juga," ujar Jones.

Dengan pencapaian bersejarah ini, Janice Tjen bukan hanya mengukir namanya di kancah internasional, tetapi juga membangkitkan kembali harapan sektor tunggal putri tenis Indonesia untuk bersaing di level dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H