Amerika Serikat Tutup Kejuaraan Dunia Atletik 2025 dengan Dominasi, Cetak Sejarah Baru

AKURAT.CO, Amerika Serikat menutup Kejuaraan Dunia Atletik 2025 dengan penampilan mendominasi. Di hari terakhir, deretan emas dari nomor estafet memastikan posisi AS sebagai kekuatan tak terbantahkan dalam peta atletik dunia.
Salah satu sorotan terbesar hadir dari Noah Lyles yang turun di nomor etafet 4x100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik tahun ini. Meski sempat terganggu cedera sepanjang musim, ia menjadi aktor utama di Stadion Nasional Jepang, Tokyo, Minggu (21/9) setempat.
Noah Lyles mengantarkan tim estafet putra AS itu untuk finis dengan catatan 37,29 detik. Itu adalah waktu tercepat dunia pada tahun ini sekaligus yang tercepat kelima sepanjang sejarah.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Atletik: Emmanuel Wanyonyi Tak Terbendung! Raih Emas 800 Meter dengan Rekor Turnamen
Bagi Noah Lyles, tambahan emas ini melengkapi koleksi pribadinya di Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo menyusul perunggu 100 meter, emas 200 meter, dan emas di nomor estafet 4x100 meter.
Torehan itu membuatnya kini mengoleksi delapan gelar juara dunia, hanya terpaut tiga gelar dari legenda Jamaika, Usain Bolt.
"Kami semua tahu kami yang tercepat. Kami hanya perlu memegang tongkat estafet dari awal hingga akhir. Ketika Christian (Coleman) menyerahkan tongkat estafet, saya tahu itu sudah final," kata Lyles dikutip laman World Athletics.
Sementara itu, Kanada mengekor di belakang AS untuk medali perak usai mencatatkan waktu terbaik 37,55 detik. Dibayangi Belanda yang meraih medali perunggu usai finis di peringkat tiga dengan catatan waktu 37,81 detik.
Dominasi AS kian terasa ketika Melissa Jefferson-Wooden menutup kiprahnya dengan tiga emas. Setelah berjaya di nomor 100 dan 200 meter, ia memastikan kemenangan tim estafet 4x100 meter putri AS dengan catatan waktu 41,75 detik.
Tim estafet putri AS hanya unggul 0,04 detik dari tim estafet Jamaika yang mengekor di peringkat kedua untuk medali perak usai mencatatkan waktu 41,79 detik. Jerman mengunci medali perunggu usai finis di peringkat ketiga dengan catatan waktu 41,87 detik.
Tidak berhenti di situ, AS juga memastikan supremasi di nomor 4x400 meter putri. Dengan mencatatkan rekor kejuaraan lewat catatan waktu tiga menit 16,61 detik yang diperkuat Isabella Whittaker, Lynna Irby-Jackson, Aaliyah Butler, dan Sydney McLaughlin-Levrone.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Atletik: Sydney McLaughlin-Levrone Raih Emas 400 Meter, Tercepat 40 Tahun Terakhir
Selain medali emas, catatan yang berhasil ditorehkan kuartet pelari putri AS ini juga mampu mengantarkan mereka untuk menjadi yang kelima tercepat sepanjang sejarah nomor ini.
Sydney McLaughlin-Levrone, yang sebelumnya sudah meraih emas di nomor 400 meter, menutup estafet dengan catatan luar biasa 47,82 detik.
"Rasanya seperti victory lap, tapi saya tahu harus tetap fokus sampai garis finis. Tim ini luar biasa," ucap McLaughlin-Levrone usai balapan.
Kekuatan kolektif Amerika Serikat benar-benar dominan. Di nomor estafet putra maupun putri, semua pelari AS mencatatkan split tercepat di gilirannya masing-masing.
Kondisi lintasan yang diguyur hujan lebat bahkan tidak mampu menghalangi performa apik para sprinter AS untuk menunjukkan superioritas mereka.
Secara keseluruhan, AS menutup kejuaraan dengan raihan total 26 medali dengan rincian 16 emas, lima perak, dan lima perunggu, melampaui rekor lama mereka di Doha 2019 dengan 14 emas.
Kemenangan ini juga memperlihatkan kedalaman skuad atletik AS. Dari sprinter putra seperti Christian Coleman dan Kenny Bednarek, hingga rising star putri seperti Jefferson-Wooden, semua tampil solid dan konsisten.
Nomor lari estafet bahkan menjadi simbol kekompakan sekaligus bukti dominasi AS. Dengan catatan ini, Amerika Serikat menutup Kejuaraan Dunia Atletik 2025 sebagai juara umum.
Klasemen 10 Besar Kejuaraan Dunia Atletik 2025
No. Negara - Emas - Perak - Perunggu - Total
1. Amerika Serikat - 16 - 5 - 5 - 26
2. Kenya - 7 - 2 - 2 - 11
3. Kanada - 3 - 1 - 1 - 5
4. Belanda - 2 - 2 - 2 - 6
5. Botswana - 2 - 0 - 1 - 3
5. Spanyol - 2 - 0 - 1 - 3
5. Selandia Baru - 2 - 0 - 1 - 3
5. Swedia - 2 - 0 - 1 - 3
9. Portugal - 2 - 0 - 0 - 2
10. Jamaika -1 - 6 - 3 - 10
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









