AKURAT.CO, Petarung Indonesia, Dwi Ani Retno Wulan, menambah koleksi medali emas untuk Merah Putih setelah tampil dominan pada final Mixed Martial Arts (MMA) nomor tradisional kelas 54 kilogram putri SEA Games Thailand 2025.
Menghadapi wakil Vietnam, Thi Thanh Bing Duong, di Mall Ngam Wong Wan, Diateik Mueang Nonthanburi, Bangkok, Kamis (11/12), Dwi Ani Retno Wulan menutup laga SEA Games Thailand dengan kemenangan meyakinkan.
Sejak ronde awal, Dwi Ani Retno Wulan tampil percaya diri dan disiplin menjalankan arahan pelatih. Ia tidak banyak mengambil risiko, namun tetap agresif dalam memanfaatkan peluang serangan.
"Saya hanya jalankan instruksi pelatih. Strategi semua dari Coach, saya tinggal eksekusi. Saya sudah latihan, saya percaya pelatih saya, dan saya juga percaya diri saya sendiri. Semua saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa," ujar Wulan usai laga.
Bertarung di arena utama SEA Games, Wulan menunjukkan ketenangan luar biasa. Serangan take down, kontrol ground, hingga pukulan bertahap menjadi kunci dominasinya atas Thi Thanh.
"Coach Markos itu sangat detail memberikan arahan. Dari ground, stand up, sampai membaca lawan. Saya tinggal ikuti arahan, take down, pukul, habiskan waktu, pukul lagi, lalu finish. Kalau bisa cepat ya cepat, kalau tidak ya selesaikan ronde. Dan hasil akhirnya finish, menang," tegasnya.
Kemenangan ini menjadi emas perdana Wulan di panggung SEA Games sekaligus pencapaian terbesar dalam karier MMA-nya yang baru dimulai setahun terakhir. Emas tersebut ia dedikasikan untuk orang-orang terdekatnya.
"Pertama untuk ibu saya. Untuk semua pelatih, Coach Markos, Coach Yuhan, Ketua Umum Pertacami yang sudah mendukung selama TC, juga untuk Pak Tommy Paulus," kata Wulan.
"Ini bukan hanya milik saya, tapi milik tim Pertacami dan keluarga besar saya di Khan Academy."
Terkait bonus Rp1 miliar yang dijanjikan, petarung asal Rembang, Jawa Tengah itu mengutarakan harapan sederhana.
"Semoga benar-benar terealisasi. Kalau iya, saya ingin membawa ibu saya ke Tanah Suci. Itu keinginan saya sejak awal," ujarnya.
Wulan mengaku perjalanan kariernya panjang. Ia sebelumnya merupakan atlet tinju sebelum kemudian pindah ke MMA dan berlatih penuh selama satu tahun terakhir.
"Dulu saya atlet tinju. Dari Rembang ke Solo latihan bersama Coach Yuhan lima tahun. Lalu dipanggil Coach Markos," katanya.
"Dari Januari sampai Desember ini turun di MMA, dan semoga lanjut lagi tahun depan. Target saya jadi juara nasional, internasional, sampai juara dunia."
Kemenangan ini menambah daftar emas Indonesia di SEA Games Thailand 2025, sekaligus mempertegas potensi MMA sebagai cabang baru yang mampu berbicara banyak di level Asia Tenggara.