Australia Terbuka: Janice Tjen Terhenti di Putaran 2, Takluk dari Mantan Peringkat 1 Dunia

AKURAT.CO, Petualangan petenis putri Indonesia, Janice Tjen, di Australia Terbuka 2026 harus terhenti di putaran kedua usai takluk di tangan mantan petenis peringkat satu dunia, Karolina Pliskova.
Bertanding di Court 7 Melbourne Park, Melbourne, Australia, Kamis (22/1), Janice Tjen harus mengakui ketangguhan petenis asal Ceko itu dengan skor straight set 4-6 dan 4-6 di laga kedua Australia Terbuka.
Janice Tjen memberikan perlawanan sengit yang sempat membuat Karolina Pliskova bekerja keras di sepanjang pertandingan.
Bintang muda yang tengah naik daun itu memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Ia mampu mengimbangi permainan baseline agresif yang menjadi ciri khas Karolina Pliskova.
Pengalaman berbicara banyak. Pliskova yang memiliki postur tinggi dan servis mematikan berhasil memanfaatkan momentum di poin-poin kritis. Di setiap set, Pliskova mampu melakukan break servis di saat yang tepat untuk mengunci kemenangan.
Bagi Janice, mencapai putaran kedua di Australia Terbuka merupakan pencapaian luar biasa bagi petenis Indonesia di level Grand Slam.
Kekalahan dari pemain sekaliber Pliskova yang pernah menduduki peringkat satu dunia menjadi pelajaran berharga untuk karier profesionalnya ke depan.
Sepanjang pertandingan, Janice menunjukkan mobilitas lapangan yang sangat baik. Ia tampak kesulitan mengantisipasi bola-bola cepat dan mendatar dari Pliskova yang sedang dalam misi comeback usai cedera panjang.
Performa Janice Tjen di Melbourne tahun ini tetap layak mendapat apresiasi. Ia berhasil membuktikan bahwa petenis Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Janice diharapkan bisa memperbaiki peringkat WTA-nya dan terus mengasah konsistensi agar bisa kembali tampil di turnamen Grand Slam berikutnya tanpa harus melalui jalur kualifikasi yang terjal.
Karolina Pliskova Comeback dari Cedera Panjang
Bagi Pliskova, perjalanannya kembali ke lapangan bukanlah perkara mudah. Ia harus melewati masa-masa kelam akibat cedera pergelangan kaki parah yang sempat mengancam kariernya.
Cedera yang didapat pada AS Terbuka 2024 lalu cukup serius. Kerusakan ligamen dan tendon mengharuskan Pliskova menjalani dua kali operasi dan absen dari tur selama 12 bulan.
Absen panjang ini bahkan sempat membuat peringkatnya merosot hingga ke luar posisi 1.000 dunia.
"Pergelangan kaki saya masih terasa sangat kaku dan jujur saja ini tidak akan membaik. Tapi setidaknya, kondisi ini tidak membatasi saya di lapangan. Mungkin pergerakan saya tidak sebaik dulu, tapi ini memaksa saya untuk bermain lebih cepat," kata Pliskova dikutip WTA Tennis.
Kemenangan atas Janice menjadi bukti bahwa insting bertarung Pliskova belum pudar. Sebelumnya, ia menunjukkan kelasnya dengan menyingkirkan jawara AS Terbuka 2017, Sloane Stephens, di putaran pertama.
Ini merupakan kali pertama Pliskova kembali menginjakkan kaki di putaran ketiga Grand Slam sejak Australia Terbuka 2023.
Baginya, setiap menit di lapangan adalah proses untuk mengembalikan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan di poin-poin krusial.
"Setelah cedera panjang, Anda hanya berharap bisa memainkan beberapa pertandingan. Sangat membantu ketika saya tidak langsung bertemu unggulan teratas di babak awal, sehingga saya punya kesempatan untuk memulihkan ritme permainan," jelas Pliskova.
Ujian sesungguhnya bagi Pliskova akan hadir di putaran ketiga. Ia dijadwalkan bertemu dengan juara bertahan, Madison Keys, yang melaju mulus usai mengandaskan Ashlyn Krueger.
Pertemuan terakhir keduanya terjadi enam tahun lalu di final Brisbane International 2020 saat Pliskova keluar sebagai pemenang. Ia menyadari situasi saat ini sudah jauh berbeda.
"Banyak hal telah berubah. Dia (Keys) menang di sini tahun lalu, sementara saya sempat menepi lama. Dia jelas difavoritkan, tapi saya punya 'senjata' saya sendiri," kata Pliskova.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







