Tujuh Grand Slam di Usia 22 Tahun, Carlos Alcaraz di Jalur Dominan 10 Tahun ke Depan?

AKURAT.CO, Sukses Carlos Alcaraz menjuarai Australia Terbuka 2026 memunculkan kembali proyeksi raksasa tenis setelah era Roger Federer-Rafael-Novak Djokovic. Alcaraz sudah menunjukkan jalan untuk menjadi penguasa grand slam satu dekade ke depan.
Kemenangan atas Novak Djokovic pada partai final Australia Terbuka di Melbourne, Australia, Minggu (1/2), merupakan gelar grand slam ketujuh yang diraih oleh Carlos Alcaraz.
Salah satu yang paling dicatat dalam kemenangan di Melbourne Park itu adalah Carlos Alcaraz menyempurnakan koleksi grand slamnya dengan meraih gelar terakhir dalam turnamen empat serangkai itu.
Baca Juga: Carlos Alcaraz Juara Australia Terbuka 2026, Lewati Rekor Rafael Nadal!
Pencapaian yang disebut dengan Carreer Grand Slam itu diraih oleh Alcaraz hanya dalam usia 22 tahun. Menjadikan atlet asal Spanyol itu sebagai yang termuda yang melengkapi gelar grand slamnya.
Ia melewati rekor idolanya, Rafael Nadal, yang mendapatkan Carreer Grand Slam pada usia 24 tahun. Adapun Nadal berada di tribun Melbourne Park menyaksikan langsung laga final ketika Alcaraz menundukkan Djokovic.
Sejak menjuarai AS Terbuka 2022 pada usia 18 tahun, Alcaraz sudah tampil di 13 grand slam. Dari jumlah itu, petenis kelahiran El Palmar, Murcia, Spanyol, 5 Mei 2023, itu merebut tujuh alias tak pernah kalah di seluruh final.
Australia Terbuka tahun ini adalah gelar pertama di turnamen grand slam terakhir yang belum kuasainya. Di tiga turnamen lain (Prancis, Wimbledon, AS Terbuka), Alcaraz masing-masing sudah mengoleksi dua trofi.
Baca Juga: Australia Terbuka: Duel 2 Raksasa! Novak Djokovic vs Carlos Alcaraz Rebutan Takhta Sejarah
Tujuh trofi grand slam di usia 22 tahun nyaris sepertiga dari rekor 24 grand slam yang kini dipegang oleh legenda Australia, Margaret Court, dan legenda hidup asal Serbia yang masih aktif, Novak Djokovic.
Pencapaian awal tahun ini membuka kemungkinan bagi Alcaraz untuk mengejar rekor Court dan Djokovic. Ia juga tak mau membebani diri dengan menyapu empat gelar grand slam dalam setahun pada 2026.
“Itu akan menjadi tantangan besar. Saya hanya ingin satu di satu waktu. Berikutnya adalah Rolland Garros dan saya merasa sangat spesial setiap kali saya datang ke sana,” kata Alcaraz sebagaimana dipetik dari BBC.
“Saya tak ingin memberikan tekanan kepada diri saya untuk melakukan itu.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







