Tenggat Akhir Dualisme Cabor, Erick Thohir Bakal Ambil Alih Jika Tak Segera Bersatu

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk menyudahi konflik dualisme kepengurusan yang masih membelit sejumlah cabang olahraga (cabor) nasional.
Ketegasan ini diambil demi memastikan nasib atlet tidak dikorbankan, terutama menjelang gelaran besar seperti Asian Games dan SEA Games.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa saat ini masih ada tiga pekerjaan rumah besar terkait dualisme organisasi yang belum tuntas, yakni di cabang olahraga tenis meja, anggar (Fencing), dan tinju.
Baca Juga: Melampaui Ekspektasi, Cabor-cabor Dualisme Justru Unjuk Gigi di SEA Games 2025
"Kami sudah memberikan deadline kepada KONI dan KOI. Kemarin alhamdulillah sepak takraw sudah berhasil konsolidasi," kata Erick Thohir di Kemenpora, Jakarta, Jumat (20/2).
"Sekarang tinggal tiga lagi, tinju, tenis meja, dan fencing. Kita ingin mereka kembali bersatu untuk kepentingan atlet."
Nasib Atlet dan Dana Pelatnas Jadi Taruhan
Erick menekankan bahwa konflik internal organisasi tidak boleh menjadi penghalang bagi prestasi nasional. Salah satu dampak paling nyata dari dualisme ini adalah ancaman terhadap administrasi pendanaan Pelatnas.
Menurutnya, jika administrasi kepengurusan tidak kunjung selesai, Kemenpora akan kesulitan menyalurkan dukungan dana untuk persiapan atlet menuju ajang internasional.
"Intinya, di Asian Games nanti targetnya tidak boleh ada lagi dualisme. Harus jadi satu. Isunya banyak atlet dikorbankan. Jangan sampai karena kendala administrasi, dana Pelatnas tidak bisa men-support atlet yang sedang bersiap," tegas Erick.
Meski mengutamakan jalur komunikasi melalui KONI dan KOI, Erick memberikan peringatan keras kepada para pengurus cabor yang masih bersitegang.
Baca Juga: Jika Ikuti Undang-Undang dan Laksanakan AD/ART, Dualisme Cabor Nasional Bakal Tuntas
Jika mediasi yang dilakukan induk organisasi olahraga tersebut buntu, Kemenpora siap turun tangan langsung melakukan intervensi.
"Kita kasih waktu lagi sedikit. Kalau tidak selesai, nanti kami Kemenpora akan coba mengambil peran lebih besar untuk menuntaskan ini," kata Erick.
Khusus untuk cabang olahraga tinju yang dikabarkan memiliki hingga enam federasi, Erick memastikan koordinasi terus dilakukan secara intensif.
Ia meminta seluruh pimpinan federasi untuk menurunkan ego pribadi demi masa depan olahraga Indonesia.
Menpora berharap ketiga cabor tersebut bisa mengikuti jejak sepak takraw yang telah lebih dulu mencapai kesepakatan damai.
Konsolidasi yang baik dinilai sebagai satu-satunya jalan agar APBD maupun APBN yang dikucurkan untuk olahraga bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









