Usai Pelatih Panjat Tebing, Kini Ketua Kickboxing Jatim Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual

AKURAT.CO, Dunia olahraga Indonesia kembali diguncang kabar kelam. Belum kering luka akibat skandal di pelatnas panjat tebing, kini dugaan kekerasan seksual mencuat di cabang olahraga (cabor) kickboxing.
Kasus ini menyeret sosok berinisial WPC, yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Kickboxing Indonesia Jawa Timur.
Kasus ini terkuak setelah atlet putri asal Jawa Timur berinisial VAP (24) memberanikan diri membongkar trauma yang selama ini ia pendam melalui media sosial.
Jeritan hati VAP pun langsung direspons cepat oleh Polda Jawa Timur yang kini telah menetapkan WPC sebagai tersangka.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, VAP mengungkapkan betapa beratnya beban mental yang ia pikul karena harus berhadapan dengan sosok yang memiliki otoritas tinggi di organisasinya.
"Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah Ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara. Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat," tulis VAP dalam akun instagram pribadinya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengaku sangat terluka membaca perjuangan VAP demi mendapatkan keadilan. Erick mengecam keras tindakan WPC yang dinilai telah menodai amanah sebagai pengayom atlet.
Erick menegaskan, penyalahgunaan relasi kuasa dalam dunia olahraga adalah tindakan kriminal yang tidak bisa ditoleransi. Ia pun menginstruksikan sanksi berat bagi siapa pun yang terbukti bersalah.
"Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan atau memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup. Tidak ada toleransi!" kata Erick, Rabu (11/3).
Erick menilai, dua kasus beruntun (panjat tebing dan kickboxing) yang naik ke jalur hukum ini menjadi sinyal darurat bagi sistem perlindungan atlet nasional. Kemenpora kini mendorong seluruh federasi untuk memperkuat safeguarding agar atlet bisa fokus berprestasi tanpa dibayangi rasa takut.
"Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kita harus ciptakan support system bagi mereka," pungkasnya.
Sampai saat ini, proses hukum terhadap WPC di Polda Jawa Timur terus bergulir. Publik berharap penetapan tersangka ini menjadi langkah awal pemulihan bagi korban dan efek jera bagi pelaku lainnya.
ā
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








