Dari Duka ke Podium Tertinggi: Riyan Jefri Raih Emas Kickboxing dan Sampaikan Pesan ke Presiden
Leo Farhan | 17 Desember 2025, 02:56 WIB

Laporan langsung Akurat.co dari SEA Games Thailand 2025 didukung oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
AKURAT.CO, Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu menjadi satu-satunya atlet kickboxing Indonesia yang menyumbangkan medali emas untuk kontingen Merah Putih di SEA Games Thailand 2025.
Jefri Hamonangan keluar sebagai yang terbaik di nomor Ring K1 60 kilogram putra usai menaklukkan wakil tuan rumah, Jakkrit Kongtook, pada partai final yang berlangsung di John Paul II Sports Center, Assumption University, Bangkok, Selasa (16/12).
Kemenangan tersebut terasa sangat emosional bagi Jefri. Atlet kelahiran Sumatra Utara itu mengaku masih sulit percaya bisa berdiri di podium tertinggi dan mempersembahkan satu-satunya medali emas kickboxing untuk Indonesia.
"Jujur saya masih seperti mimpi. Hari terakhir ini saya bertanding paling awal, dan sampai sekarang masih belum percaya bisa membawa pulang medali emas untuk kickboxing Indonesia," kata Jepri usai upacara pengalungan medali.
Air mata Jefri pecah bukan tanpa alasan. Di balik keberhasilannya meraih emas, ia menyimpan duka mendalam atas kepergian sang ayah yang wafat saat dirinya menjalani persiapan menuju SEA Games Thailand 2025.
"Saya menangis karena ayah saya meninggal saat saya sedang berjuang untuk SEA Games. Saya sempat pulang ke kampung untuk menguburkan ayah tercinta. Medali ini saya persembahkan untuk beliau yang sudah dipanggil lebih dulu oleh Tuhan," ucap Jepri.
Jefri mengungkapkan, ayahnya meninggal dunia pada Desember tahun lalu, tepat di tengah masa training camp timnas kickboxing Indonesia. Meski berat, ia memilih tetap melanjutkan perjuangan dengan satu pesan kuat yang terus diingatnya.
"Pesan ayah cuma satu, jaga adik-adik dan jaga mama. Itu yang selalu saya pegang sampai sekarang," katanya.
Jefri merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Ia mengemban tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga setelah kepergian sang ayah.
Kondisi ekonomi keluarga yang sederhana membuat perjuangannya di olahraga bela diri semakin sarat makna.
"Ibu saya tukang pijat keliling, adik-adik saya masih kecil semua. Saya ingin mengubah nasib keluarga saya yang ada di kampung. Itu harapan terbesar saya," tutur Jepri.
Permintaan Khusus Kepada Presiden Prabowo
Di hadapan awak media, Jefri juga secara terbuka menyampaikan permintaan khusus kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ia berharap diberi kesempatan untuk mengabdi kepada negara menjadi TNI atau Polri lewat jalur atlet berprestasi.
"Izin Bapak Presiden, saya anak tukang pijat dan ayah saya sudah dipanggil lebih dulu. Saya anak pertama dan belum punya pekerjaan tetap. Saya mohon diberi kesempatan untuk bisa masuk TNI atau Polri," minta Jepri.
Ia mengaku sebelumnya pernah mencoba melamar menjadi anggota TNI, namun belum berhasil. Dari kegagalan itu, ia memilih menekuni bela diri dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya menembus panggung SEA Games.
"Saya sudah pernah mencoba melamar jadi tentara, tapi belum berhasil. Dari situ saya ambil keputusan lain, saya berlatih bela diri. Puji Tuhan, akhirnya bisa sampai di titik ini," katanya.
Lebih dari sekadar prestasi pribadi, Jepri berharap keberhasilannya bisa menjadi jalan untuk menopang kehidupan keluarganya ke depan.
"Harapan saya sederhana, supaya saya bisa menyokong adik-adik saya dan mama. Saya ingin mengubah nasib keluarga kami," ujarnya.
Peran Rossy Nurasjati
Jefri juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI), khususnya sang manajer tim, Rossy Nurasjati, yang disebutnya selalu hadir memberikan dukungan, terutama di masa-masa terberat.
"Bunda Rossy selalu ada buat saya, terutama saat saya berduka. Dari situ saya bisa bangkit sampai akhirnya meraih medali emas ini. Medali ini juga saya persembahkan untuk Bunda Rossy," tutup Jepri.
Medali emas Jefri tak hanya menambah kebanggaan bagi Indonesia di SEA Games Thailand 2025, tetapi juga menjadi simbol keteguhan, pengorbanan, dan harapan seorang anak bangsa yang berjuang mengubah nasib melalui olahraga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









