HUT ke-54 ASKI Jadi Momentum Kebangkitan Jelang Kejurnas 2026

AKURAT.CO, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI) dimaknai sebagai titik penting untuk membangkitkan semangat juara seluruh elemen organisasi.
Momentum ini hadir tepat menjelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ASKI-JKA kesembilan tahun 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat.
Perayaan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan juga refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam membina dan mengembangkan olahraga karate di Indonesia.
Lebih dari itu, HUT ini menjadi penguat komitmen ASKI dalam meningkatkan kualitas pembinaan serta prestasi atlet di berbagai level.
Selama lebih dari lima dekade, ASKI dikenal konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi. Organisasi ini juga terus berupaya memperkuat perannya dalam membangun ekosistem olahraga yang profesional, kompetitif, serta menjunjung tinggi integritas.
Dalam perjalanannya, ASKI telah melalui tiga fase transformasi penting. Dimulai dari fase perguruan Amura pada periode 1972 hingga 2007, kemudian berlanjut ke era New Amura pada 2007 hingga 2018, hingga akhirnya memasuki fase ASKI sejak 2018 sampai sekarang.
Ketua Dewan Guru ASKI, Shihan Ucok Marisi Sihotang, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-54 harus menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh anggota organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk persiapan menuju Kejurnas.
“HUT ke-54 ASKI bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi, khususnya terus menguatkan semangat Budo Karate yang menjadi prinsip perguruan ASKI,” ujar Shihan Ucok dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, penguatan nilai Budo Karate menjadi fokus utama dalam pembinaan sebagai upaya menjaga jati diri organisasi yang berlandaskan seni beladiri tradisional.
Penerapan nilai tersebut juga diwujudkan melalui penggunaan sistem peraturan Japan Karate Association (JKA) pada Kejurnas ASKI 2026. Pada hari pertama, seluruh pertandingan akan menggunakan sistem JKA, khususnya untuk nomor kata, kumite kelas bebas, serta kumite kelas veteran.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mengembalikan esensi karate sebagai seni beladiri yang berakar pada nilai-nilai tradisional.
“Karena kita ingin menguatkan kembali jati diri kita yang sesungguhnya, sejalan dengan nama ASKI sebagai seni beladiri atau martial art academy, maka prinsip budo karate harus tetap dipertahankan,” jelasnya.
Di sisi lain, berbagai persiapan terus dimatangkan menjelang Kejurnas. Mulai dari peningkatan kualitas latihan atlet, penguatan peran pelatih, hingga pembenahan sistem kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
ASKI berharap langkah-langkah tersebut mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional. Bahkan, para atlet terbaik nantinya diproyeksikan untuk tampil pada Kejuaraan Dunia Gichin Funakoshi di Jepang pada 2027.
Selain aspek teknis, ASKI juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter atlet. Nilai sportivitas, disiplin, dan integritas menjadi fondasi utama dalam setiap proses pembinaan.
Dengan semangat HUT ke-54, ASKI optimistis mampu terus berkembang dan mencetak generasi karateka yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat di dalam maupun luar arena pertandingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




