Akurat Logo

Madrid Terbuka: Jannik Sinner Cetak Sejarah Masters 1000 Usai Tumbangkan Zverev

Dian Eko Prasetio | 4 Mei 2026, 17:18 WIB
Madrid Terbuka: Jannik Sinner Cetak Sejarah Masters 1000 Usai Tumbangkan Zverev
Petenis asal Italia, Jannik Sinner, saat bberada di podium Madrid Terbuka 2026 di Madrid, Spanyol, Jumat (1/5/2026). X/MutuaMadridOpen

AKURAT.CO, Petenis peringkat satu dunia, Jannik Sinner, semakin mengukuhkan dominasinya di panggung tenis global usai menjuarai turnamen Madrid Terbuka 2026 untuk pertama kalinya setelah menundukkan petenis Jerman, Alexander Zverev.

Kemenangan Jannik Sinner dengan skor 6-1 dan 6-2 atas Alexander Zverev pada laga final di Caja Magica, Madrid, Spanyol, Minggu (3/5) waktu setempat itu tidak hanya menambah koleksi trofinya, tetapi juga membawanya mengukir sejarah baru.

Ia menjadi petenis pertama yang berhasil merengkuh lima gelar ATP Masters 1000 secara berturut-turut. Sekaligus memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 23 pertandingan tanpa putus.

Pencapaian fantastis ini menempatkan petenis asal Italia tersebut dalam jajaran elite bersama trio legenda Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic, yang sebelumnya pernah mencatatkan empat gelar Masters 1000 beruntun.

Meskipun demikian, Jannik Sinner tetap menunjukkan kerendahan hatinya. Ia menegaskan tidak pernah berniat membandingkan diri dengan para raksasa tenis tersebut.

"Saya tidak akan pernah bisa membandingkan diri saya dengan Rafa, Novak, dan Roger. Apa yang mereka capai selama sepuluh atau 15 tahun sungguh luar biasa," kata Sinner dikutip ATP.

"Saya hanya mencoba membuat jejak saya sendiri. Saya melakukannya untuk diri sendiri, saya tidak bermain demi rekor. Saya hanya menempatkan diri pada posisi yang tepat untuk sukses."

Dalam laga final tersebut, Sinner tampil sangat dominan sejak gim pertama dimulai. Ia langsung mematahkan servis Zverev dan unggul cepat 3-0, hingga akhirnya menutup set pertama dengan skor mencolok 6-1 melalui sebuah ace.

Memasuki set kedua, Zverev berupaya memberikan perlawanan, namun Sinner tetap menunjukkan penampilan solid. Break krusial pada gim ketiga dan ketujuh memastikan Sinner mengunci kemenangan dengan skor 6-2.

Sinner bahkan mengakui bahwa performanya sangat konsisten di laga ini. Sementara sang lawan terlihat kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya.

"Hari ini saya bermain sangat solid. Sascha (sapaan Zverev) tidak bermain terlalu baik hari ini. Saya sadar jika tidak mendapatkan break lebih awal, dia akan mendapatkan kepercayaan diri," kata Sinner.

Selain itu, petenis asal Italia tersebut juga menyinggung faktor kelelahan yang kemungkinan dialami Zverev mengingat sering bermain hingga larut malam sepanjang turnamen.

Dengan absennya rival utama seperti Carlos Alcaraz yang tengah dibekap cedera pergelangan tangan, langkah Jannik Sinner diprediksi akan semakin mulus dalam beberapa pekan ke depan.

Kemenangan di Madrid ini menjadi modal krusial bagi Sinner untuk menatap turnamen Grand Slam Roland Garros yang akan datang.

Saat ini, Sinner praktis menjadi petenis yang paling sulit dikalahkan di sirkuit ATP, mempertegas statusnya sebagai penguasa baru dunia tenis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.