Mendagri: Pemerintah Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menegaskan, pemerintah pusat memprioritaskan penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi.
Tito menekankan pentingnya pendataan dan verifikasi secara menyeluruh dalam penanganan pascagempa.
Langkah tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sesuai tingkat kerusakan dan kondisi masyarakat terdampak.
Menurut Tito, pemerintah saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari evakuasi, penyelamatan dan penanganan korban, hingga pemulihan layanan dasar serta akses mobilitas.
Sementara untuk rumah warga yang terdampak, pemerintah akan melakukan pendataan berdasarkan tingkat kerusakannya.
“Rumah yang rusak nanti harus didatakan ringan, sedang, berat. Ada kriterianya untuk gempa nanti itu ada bantuan dari BNPB,” kata Tito, dikutip Selasa (18/8/2026).
Proses pendataan, lanjut Tito, dilakukan melalui verifikasi dengan melibatkan pemerintah daerah (pemda), kemudian divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pendekatan tersebut dinilai penting agar penanganan pascabencana dapat disesuaikan dengan karakteristik kerusakan di masing-masing wilayah.
Untuk rumah yang masih memungkinkan dibangun kembali di lokasi semula, pemerintah dapat menerapkan pendekatan pembangunan kembali di tempat atau in situ/on-site.
Baca Juga: DPR Kembali Kirim Tim ke NTT, Bawa Menkeu untuk Percepat Penanganan Gempa
“Kalau di sini sepertinya tidak ada yang sampai habis. Sehingga bisa dibangunkan rumah yang ada itu dibangunkan kembali, namanya in situ, on-site,” ujarnya.
Selain pendataan kerusakan, pemerintah terus memantau pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak, termasuk sektor kelistrikan.
Tito menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Direktur Utama PT PLN (Persero), pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak telah mencapai 88 persen.
“Dari Dirut PLN, 88 persen sudah on. Tidak ada pembangkit listrik yang rusak, seperti dalam kasus dari beberapa daerah lain. Yang ada beberapa gardu yang rusak sudah diperbaiki, on,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










