Akurat Logo

Bukan Cuma Stamina, Naoya Inoue Akui Mentalnya Terkuras Demi Jinakkan Junto Nakatani

Dian Eko Prasetio | 5 Mei 2026, 18:57 WIB
Bukan Cuma Stamina, Naoya Inoue Akui Mentalnya Terkuras Demi Jinakkan Junto Nakatani
Dua petinju asal Jepang, Naoya Inoue (kanan) dan Junto Nakatani (kiri), dalam pertarungan di Tokyo, Jepang, Sabtu (2/3/2026). X/DAZN

AKURAT.CO, Naoya Inoue sekali lagi membuktikan mengapa dirinya menyandang status petinju terbaik di dunia setelah berhasil meredam perlawanan sengit kompatriotnya, Junto Nakatani.

Dalam duel yang diprediksi sebagai momen "estafet juara", Naoya Inoue sukses mengamankan kemenangan angka mutlak atas Nakatani pada laga di Tokyo Dome, Jepang, Sabtu (2/3/2026).

Meski sempat mendapatkan tekanan hebat di paruh kedua pertandingan, pengalaman dan ketenangan Naoya Inoue menjadi pembeda dalam duel teknis tingkat tinggi tersebut.

Inoue langsung melesat unggul di ronde-ronde awal. Sebaliknya, Nakatani yang berusia lima tahun lebih muda terlihat agak ragu untuk melancarkan serangan agresif di awal laga.

Memasuki ronde kelima hingga sepuluh, tensi meningkat saat Nakatani mulai menaikkan intensitas serangan, bahkan sempat membuat pelipis Inoue terluka.

"Ini adalah pertarungan yang penuh tekanan. Nakatani adalah petarung pound-for-pound Jepang yang luar biasa. Ada beban besar untuk tidak kalah, jadi saya merasa sangat lega bisa menang," kata Inoue dikutip Ringmagazine.

Petinju berjuluk "The Monster" tersebut mengakui bahwa ia sempat bermain aman di ronde-ronde akhir demi menjaga keunggulan poin.

"Stamina dan mental saya lebih terkuras daripada fisik. Itulah gambaran betapa tegangnya 12 ronde tersebut, sebuah pertempuran teknis antara memukul dan menghindar," tambahnya.

Junto Nakatani Tetap Bersinar Meski Menelan Kekalahan Perdana

Bagi Nakatani, ini adalah kekalahan pertama dalam karier profesionalnya. Meski harus merelakan ambisinya, performa petinju yang baru naik ke kelas bantam super (55,3 kilogram) delapan bulan lalu itu tetap mendapat pujian dari sang senior.

"Dia kuat secara mental. Saya yakin dia adalah petarung yang pasti akan kembali menjadi juara di divisi bantam super ini," puji Inoue.

Pascakemenangan ini, spekulasi mengenai langkah Inoue selanjutnya mulai bermunculan. Meski banyak penggemar menuntut duel ulang (rematch), kedua petarung tampaknya akan menempuh jalur yang berbeda.

Inoue telah lama dikabarkan bakal naik ke kelas bulu (featherweight) untuk mengejar gelar juara dunia di divisi kelima sebelum mengakhiri kariernya.

Namun, ada satu tantangan yang bisa menahannya dengan menghadapi Jesse "Bam" Rodriguez.

Tokoh tinju dunia asal Arab Saudi, Turki Alalshikh, dilaporkan sangat tertarik untuk mewujudkan duel raksasa antara Inoue melawan Rodriguez pada awal 2027.

Skenario ini bisa terjadi jika Rodriguez mampu melewati hadangan Antonio Vargas pada 13 Juni mendatang.

"Karier tinju saya belum berakhir. Saya ingin terus mengukir lebih banyak sejarah di masa depan," kata Inoue.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.