Bukan Cuma Stamina, Naoya Inoue Akui Mentalnya Terkuras Demi Jinakkan Junto Nakatani
AKURAT.CO, Naoya Inoue sekali lagi membuktikan mengapa dirinya menyandang status petinju terbaik di dunia setelah berhasil meredam perlawanan sengit kompatriotnya, Junto Nakatani.
Dalam duel yang diprediksi sebagai momen "estafet juara", Naoya Inoue sukses mengamankan kemenangan angka mutlak atas Nakatani pada laga di Tokyo Dome, Jepang, Sabtu (2/3/2026).
Meski sempat mendapatkan tekanan hebat di paruh kedua pertandingan, pengalaman dan ketenangan Naoya Inoue menjadi pembeda dalam duel teknis tingkat tinggi tersebut.
Inoue langsung melesat unggul di ronde-ronde awal. Sebaliknya, Nakatani yang berusia lima tahun lebih muda terlihat agak ragu untuk melancarkan serangan agresif di awal laga.
Memasuki ronde kelima hingga sepuluh, tensi meningkat saat Nakatani mulai menaikkan intensitas serangan, bahkan sempat membuat pelipis Inoue terluka.
"Ini adalah pertarungan yang penuh tekanan. Nakatani adalah petarung pound-for-pound Jepang yang luar biasa. Ada beban besar untuk tidak kalah, jadi saya merasa sangat lega bisa menang," kata Inoue dikutip Ringmagazine.
Petinju berjuluk "The Monster" tersebut mengakui bahwa ia sempat bermain aman di ronde-ronde akhir demi menjaga keunggulan poin.
"Stamina dan mental saya lebih terkuras daripada fisik. Itulah gambaran betapa tegangnya 12 ronde tersebut, sebuah pertempuran teknis antara memukul dan menghindar," tambahnya.
Junto Nakatani Tetap Bersinar Meski Menelan Kekalahan Perdana
Bagi Nakatani, ini adalah kekalahan pertama dalam karier profesionalnya. Meski harus merelakan ambisinya, performa petinju yang baru naik ke kelas bantam super (55,3 kilogram) delapan bulan lalu itu tetap mendapat pujian dari sang senior.
"Dia kuat secara mental. Saya yakin dia adalah petarung yang pasti akan kembali menjadi juara di divisi bantam super ini," puji Inoue.
Pascakemenangan ini, spekulasi mengenai langkah Inoue selanjutnya mulai bermunculan. Meski banyak penggemar menuntut duel ulang (rematch), kedua petarung tampaknya akan menempuh jalur yang berbeda.
Inoue telah lama dikabarkan bakal naik ke kelas bulu (featherweight) untuk mengejar gelar juara dunia di divisi kelima sebelum mengakhiri kariernya.
Namun, ada satu tantangan yang bisa menahannya dengan menghadapi Jesse "Bam" Rodriguez.
Tokoh tinju dunia asal Arab Saudi, Turki Alalshikh, dilaporkan sangat tertarik untuk mewujudkan duel raksasa antara Inoue melawan Rodriguez pada awal 2027.
Skenario ini bisa terjadi jika Rodriguez mampu melewati hadangan Antonio Vargas pada 13 Juni mendatang.
"Karier tinju saya belum berakhir. Saya ingin terus mengukir lebih banyak sejarah di masa depan," kata Inoue.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






