Akurat Logo

Italia Terbuka: Drama Tie-Break di Roma, Janice/Aldila Harus Akui Ketangguhan Gauff/McNally

Dian Eko Prasetio | 11 Mei 2026, 14:13 WIB
Italia Terbuka: Drama Tie-Break di Roma, Janice/Aldila Harus Akui Ketangguhan Gauff/McNally
Pasangan ganda putri tenis Indonesia. Aldila Sutjiadi/Janice Tjen, dalam salah satu pertandingan.

AKURAT.CO, Pasangan ganda putri tenis Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi, harus menelan pil pahit di babak pertama Italia Terbuka 2026.

Berjuang habis-habisan di Foro Italico, Roma, Italia, pada Minggu (10/5/2026), langkah Janice/Aldila di Italia Tebruka secara dramatis dihentikan oleh wakil Amerika Serikat, Coco Gauff/Caty McNally.

Melalui pertarungan sengit selama tiga set, Janice/Aldila menyerah dengan skor akhir 7-5, 5-7, dan 11-13 di laga Italia Terbuka kali ini.

Kekalahan tipis di babak super tie-break ini sekaligus memperpanjang catatan kurang beruntung mereka setelah sebelumnya juga tersingkir lewat skema serupa di Madrid Terbuka bulan lalu.

Laga di lapangan dua ini sebenarnya dibuka dengan tekanan berat bagi Janice/Aldila. Mereka sempat tertinggal jauh 2-5 di awal set pertama.

Namun, mereka mampu menunjukkan mentalitas baja dengan merebut lima gim secara beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 7-5.

Memasuki set kedua, tensi tidak mengendur. Meskipun sempat menyamakan kedudukan 5-5 setelah lagi-lagi tertinggal 2-5, Janice/Aldila harus merelakan set ini jatuh ke tangan lawan.

Pertandingan pun terpaksa ditentukan lewat drama super tie-break yang berakhir dengan skor menyesakkan, 11-13.

Jika melihat performa di lapangan, Janice/Aldila sejatinya tampil sangat kompetitif dan bahkan unggul dalam beberapa aspek teknis.

Pasangan Indonesia ini mencatatkan akurasi servis pertama yang lebih solid dengan persentase mencapai 74 persen, mengungguli duet Gauff/McNally yang hanya mencatatkan 63 persen.

Namun, efektivitas pukulan menjadi pembeda. Gauff/McNally lebih dominan dalam memenangkan poin dari servis pertama mereka dengan tingkat keberhasilan 71 persen, berbanding 62 persen milik Janice/Aldila.

Menariknya, dalam urusan servis kedua, Janice/Aldila justru lebih unggul dengan memenangi 63 persen poin dibandingkan 52 persen milik pasangan Amerika Serikat.

Kedua pasangan juga menunjukkan keseimbangan dalam mematahkan servis lawan, di mana masing-masing sukses mengonversi tiga kali break point.

Secara keseluruhan, intensitas laga ini tercermin dari total raihan poin yang sangat tipis, di mana Gauff/McNally mengumpulkan 84 poin, sementara Janice/Aldila hanya terpaut tiga angka di posisi 81 poin.

Meskipun pasangan Indonesia sempat mencatatkan lima poin beruntun, kematangan Gauff/McNally dalam mengamankan satu-satunya ace dan memenangi poin pengembalian (receiving points) sebanyak 32 poin menjadi kunci kemenangan mereka.

Hasil di Roma ini seolah menjadi de javu menyakitkan bagi Janice/Aldila. Pasalnya, skenario kekalahan ini hampir identik dengan apa yang mereka alami di perempat final Madrid Terbuka pada 28 April lalu.

Saat itu, mereka juga kalah dari pasangan Laura Siegemund/Vera Zvonareva dengan skor 7-5, 5-7, dan 8-10.

Kekalahan beruntun lewat super tie-break ini menjadi catatan penting bagi Janice/Aldila dalam mengevaluasi ketenangan mereka di poin-poin krusial.

Kendati demikian, kemampuan mereka mengimbangi pemain sekaliber Coco Gauff membuktikan bahwa ganda putri Indonesia masih menjadi ancaman serius di level dunia menuju ajang Grand Slam Roland Garros mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.