Akurat Logo

Rebut Sabuk WBO, Daniel Dubois Bisa Rematch Kontra Fabio Wardley atau Duel Lawan Itauma

Dian Eko Prasetio | 13 Mei 2026, 18:22 WIB
Rebut Sabuk WBO, Daniel Dubois Bisa Rematch Kontra Fabio Wardley atau Duel Lawan Itauma
Petinju kelas berat asal Inggris, Daniel Dubois (kanan), saat melepaskan pukulan ke juara bertahan kelas berat WBO, Fabio Wardley, dalam duel di Manchester, Inggris, Sabtu (9/5/2026).X/Queensberry Promotions

AKURAT.CO, Daniel Dubois resmi mennasbihkan diri sebagai penguasa kelas berat WBO setelah memenangi duel berdarah melawan Fabio Wardley di Co-op Live Arena, Manchester, Inggris, Sabtu (9/5/2026).

Meski sempat dipaksa dua kali mencium kanvas, petinju asal London itu bangkit secara heroik dan menghentikan perlawanan Fabio Wardley dengan kemenangan KO brutal.

Kemenangan ini membawa Daniel Dubois ke persimpangan jalan yang menarik. Di satu sisi, ada klausul rematch yang membayangi, di sisi lain ada sosok Anak Ajaib Moses Itauma yang sudah menanti di depan mata.

Promotor kawakan, Frank Warren, mengonfirmasi bahwa Fabio Wardley memiliki hak legal untuk memaksakan pertarungan ulang (rematch). Kendati menderita luka cukup parah dan kekalahan yang menyakitkan, opsi untuk membalas dendam tetap terbuka lebar bagi Wardley.

“Klausul itu ada dalam kontrak. Jika Fabio ingin melakukannya, dia bisa mengaktifkannya,” kata Frank Warren dikutip Sky Sports.

Namun, Warren menyarankan kedua petarung untuk beristirahat total mengingat intensitas laga yang sangat menguras fisik. Jika rematch benar-benar terjadi, kemungkinan besar laga tersebut baru akan tersaji pada akhir tahun 2026 atau bahkan masuk ke kalender 2027.

Terlepas dari opsi rematch, nama Moses Itauma kini menjadi ancaman nyata bagi singgasana Dubois. Di usianya yang baru 21 tahun, Itauma sudah bertengger sebagai penantang nomor satu WBO.

Warren bahkan menilai duel Dubois vs Itauma adalah laga raksasa yang tak terelakkan. Mengingat usia Dubois yang masih 28 tahun dan Itauma yang sedang naik daun, pertemuan keduanya diprediksi bakal menjadi salah satu duel terbesar di tanah Inggris.

“Pada titik tertentu, mereka akan bertemu. Itu akan menjadi pertarungan yang sangat, sangat masif,” jelas bos Queensberry Promotions tersebut.

“Kekhawatiran saya hanya satu, duel ini terlalu besar jika digelar di akhir tahun. Mereka bisa memenuhi Stadion Wembley, dan kita tidak mungkin menggelar duel di Wembley pada akhir November atau Desember.”

Kemenangan Dubois sempat diwarnai komplain dari kubu Wardley yang menuding adanya taktik kasar yang menyebabkan luka sobek, serta keputusan wasit yang dianggap merugikan di ronde ketujuh. Namun, Warren dengan tegas menepis anggapan tersebut.

“Ini adalah tinju kelas berat. Keduanya adalah petarung besar yang agresif. Fabio sendiri tidak mengeluh sama sekali,” tegas Warren.

Menurut sang promotor, kunci kemenangan Dubois bukan pada taktik kasar, melainkan pada kualitas jab, pengaturan jarak, dan kerja kaki yang luar biasa.

“Dua atlet luar biasa telah memberikan performa yang megah. Saya tidak ingin merusaknya dengan mencari-cari alasan,” katanya.

Kini, publik akan menunggu apakah Wardley akan menagih hutang kekalahannya tahun depan? Ataukah Dubois akan langsung melompat ke medan perang melawan Moses Itauma demi membuktikan siapa raja kelas berat Inggris yang sesungguhnya?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.