Akurat Logo

Final NBA: Bungkam Keangkuhan New York, Victor Wembanyama Punya Ritual Eksentrik Sebelum Tanding

Dian Eko Prasetio | 10 Juni 2026, 15:15 WIB
Final NBA: Bungkam Keangkuhan New York, Victor Wembanyama Punya Ritual Eksentrik Sebelum Tanding
Pemain San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, saat merebahkan badan usai memastikan kemenangan timnya menghadapi New York Knicks di game ketiga final NBA 2025-2026 di New York, Amerika Serikat, Senin (8/6/2026). X/San Antonio Spurs

AKURAT.CO, Di tengah sorotan tajam dan tekanan berat panggung Final NBA 2026, bintang muda San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, punya resep rahasia untuk menjaga kewarasannya.

Sebelum menggila di kandang New York Knicks di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, pebasket asal Prancis ini memilih menenangkan pikiran dengan cara yang tak biasa; menggambar sebuah patung di taman kota.

Aksi rileks di luar lapangan di sela final NBA tersebut terbukti ampuh membakar determinasi sang 'alien'.

Center berusia 22 tahun itu sukses menggelontorkan 32 poin dan delapan rebound untuk membawa Spurs menjinakkan tuan rumah New York Knicks dengan skor 115-111 pada gim ketiga, Senin (8/6/2026), sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dalam seri best-of-seven.

Victor Wembanyama tidak menampik bahwa atmosfer babak penentuan juara liga bola basket paling bergengsi di dunia ini sangat menguras energi fisik dan mental. Oleh karena itu, ia membutuhkan pelarian sejenak demi memulihkan kondisi psikologisnya.

"Saya benar-benar mencoba untuk rileks. Babak play-off itu seperti pusaran angin yang dahsyat. Sulit rasanya untuk sekadar mengangkat kepala Anda dari dalam air," kata Victor Wembanyama dikutip dari AFP.

"Saya butuh waktu istirahat, membiarkan otak saya mendingin. Memulihkan fisik itu sama pentingnya dengan memulihkan pikiran."

Ketenangan mental yang didapatkan dari goresan sketsa itu berpadu sempurna dengan ketahanan fisik luar biasa yang telah ia tempa sejak masa jeda kompetisi.

https://akurat.co/arena/863775/final-nba-wembanyama-bungkam-madison-square-garden-spurs-jinakkan-knicks-untuk-skor-1-2

Di atas lapangan, Wembanyama tampil tanpa lelah dan menunjukkan mobilitas tinggi yang jarang dimiliki pemain bertinggi lebih dari duameter.

"Saya ingat betul bagaimana saya berlari berputar-putar selama musim panas lalu, sampai otot paha belakang saya rasanya seperti terbakar. Namun, saya memilih terus bertahan karena saya ingin menembus batas kemampuan diri," kenang peraih NBA Defensive Player of the Year tersebut.

"Di babak play-off ini, saya kembali merasakan paha belakang terbakar karena begitu banyak berlari, bahkan terkadang harus bermain 25 menit berturut-turut. Jadi, kesiapan fisik benar-benar menjadi pembeda di level ini."

Kegigihan luar biasa ini menuai pujian dari pelatih Spurs, Mitch Johnson. Johnson mengaku sama sekali tidak terkejut melihat daya juang tinggi yang ditunjukkan anak asuhnya di saat tim sedang terdesak.

"Saya yakin Victor memiliki banyak sumber motivasi. Tidak ada satu pun dari kami yang terkejut atau mengharapkan hal lain selain performa kuat darinya. Dia selalu berada di garda terdepan dalam mode menyerang," puji Johnson.

Di kubu seberang, kekalahan pahit ini resmi menghentikan rekor mentereng 13 kemenangan beruntun milik New York Knicks di fase pascamusim.

Pasukan Mike Brown tersebut dihukum oleh kesalahan mereka sendiri setelah mencatatkan 13 kali turnover fatal serta kalah produktif dalam mengeksekusi tembakan bebas.

Meski sang pelatih sempat mengeluhkan kepemimpinan wasit di paruh kedua, bintang Knicks, Karl-Anthony Towns, enggan menjadikannya sebagai kambing hitam kekalahan tim.

"Bukan faktor wasit yang membuat kami kalah. Kami kehilangan bola, tidak melakukan eksekusi dengan baik, dan gagal memperagakan apa yang membuat kami meraih 13 kemenangan beruntun. Begitulah cara Anda kalah dalam pertandingan," tegas KAT.

"Besok kami harus kembali bekerja, kembali ke papan strategi, dan bersiap penuh untuk gim keempat."

Kekecewaan serupa juga dilontarkan oleh jangkar pertahanan Knicks, OG Anunoby. Ia menilai koordinasi timnya agak tersumbat sehingga memberikan celah bagi Spurs untuk mendikte ritme permainan.

"Kami tidak terhubung seperti biasanya. Kami melakukan beberapa kesalahan mental, membiarkan poin-poin mudah terjadi, dan pertahanan transisi kami tidak sesuai dengan standar yang kami inginkan," kata Anunoby.

"Yang bisa kami lakukan sekarang adalah move on, belajar dari kekalahan ini, menganggapnya sebagai tantangan, dan memberikan respons kuat di laga berikutnya."

Gim keempat yang diprediksi akan berjalan jauh lebih "berdarah-darah" akan kembali digelar di Madison Square Garden, New York, pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.