Akurat Logo

Luhut Pandjaitan Buka Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open 2026, Diikuti 1.000 Atlet

Dian Eko Prasetio | 28 Juni 2026, 11:18 WIB
Luhut Pandjaitan Buka Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open 2026, Diikuti 1.000 Atlet
Ketum Pengurus Besa PASI, Luhut Binsar Pandjaitan (keempat kanan), saat melepas atlet lari putri U-16 pada Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open Championship 2026 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). ANTARA/Dhemas Reviyant

AKURAT.CO, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) resmi menabuh genderang persaingan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2026 sekaligus Indonesia U-18 Open Championship di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta. 

Ajang bergengsi ini menjadi bagian dari cetak biru investasi jangka panjang untuk mendongkrak prestasi atletik Indonesia di level regional.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.000 atlet dari berbagai penjuru tanah air memadati arena kompetisi. Menariknya, edisi Indonesia U-18 Open Championship kali ini mulai bersolek ke arah internasional dengan melibatkan kontingen dari tiga negara tetangga di Asia Tenggara.

"Kalau untuk Indonesia U-18 Open diikuti oleh empat negara, yakni Indonesia sebagai tuan rumah, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste," ujar Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, usai membuka langsung kejuaraan di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Luhut memaparkan bahwa Kejurnas tahun ini sengaja membagi kompetisi ke dalam tiga kelompok umur secara berjenjang, yakni kategori U-16, U-18, dan U-20 untuk sektor putra maupun putri. Langkah ini diambil guna memastikan regenerasi atlet berjalan rapi dan terukur sesuai dengan fasenya.

Mantan Menko Marves itu menegaskan, target terdekat PB PASI saat ini adalah mengembalikan kedigdayaan Indonesia di kawasan Asia sebelum berbicara jauh mengenai panggung dunia.

"Jadi cerita Asia dulu ya, jangan langsung lompat ke level dunia. Prestasi internasional itu tidak bisa diraih secara instan, melainkan lewat proses panjang yang realistis dan konsisten," tegas Luhut.

https://akurat.co/arena/824832/sea-games-indonesia-pertama-kali-finis-kedua-sejak-1995-atletik-dan-panahan-penyumbang-emas-terbesar

Kehadiran pelari dan pelempar dari Malaysia, Filipina, serta Timor Leste diharapkan mampu menaikkan tensi kompetisi.

Skema internasionalisasi kompetisi ini sengaja dirancang agar para atlet muda Indonesia terbiasa dengan tekanan persaingan luar negeri sejak dini.

"Semakin banyak atlet internasional yang berpartisipasi, semakin besar pula pengalaman yang diperoleh atlet kita dalam menghadapi persaingan. Ke depan, kami berkomitmen mengundang lebih banyak negara," imbuhnya.

Dalam upaya membangun ekosistem atletik yang kokoh, Luhut juga melayangkan apresiasi tinggi terhadap komitmen pemerintah pusat.

Secara khusus, ia memuji terobosan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang melahirkan program pembinaan dengan skema pendanaan tahun jamak atau multiyears.

Kebijakan anggaran multiyears ini dinilai menjadi oase bagi kepengurusan cabor karena memberikan jaminan kepastian program latihan jangka panjang tanpa perlu terputus masalah birokrasi tahunan.

"Pak Menpora Erick Thohir telah menggagas program pembinaan multiyears yang sangat sejalan dengan kebutuhan atletik Indonesia. Dengan dukungan ini, kami optimistis pelatnas dapat berjalan maksimal demi menyiapkan stok atlet berkualitas di masa depan," kata Luhut.

Sebagai informasi, Kejurnas Atletik 2026 mempertandingkan seluruh nomor krusial, mulai dari lari jarak pendek (sprint), jarak menengah, jarak jauh, lompat tinggi, lempar lembing, hingga tolak peluru.

Pihak PB PASI akan memantau ketat talenta-talenta terbaik dari daerah dalam ajang ini untuk langsung ditarik masuk ke dalam program pembinaan lanjutan nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.