Akurat Logo

Asian Games: Modal Mental 'Darah Batak', Samuel Marbun Siap Sulap Perak Hangzhou Jadi Emas di Aichi-Nagoya

Dian Eko Prasetio | 22 Juli 2026, 21:44 WIB
Asian Games: Modal Mental 'Darah Batak', Samuel Marbun Siap Sulap Perak Hangzhou Jadi Emas di Aichi-Nagoya
Atlet Wushu Sanda Indonesia, Samuel Marbun, di sela-sela latihannya di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio

AKURAT.CO, Atlet wushu sanda Indonesia, Samuel Marbun, terus memantapkan diri jelang bergulirnya Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Bersenjatakan persiapan maksimal dan modal mental "darah Batak", petarung spesialis kelas 65 kilogram ini optimistis bisa merubah raihan medali perak yang diraihnya pada edisi Hangzhou 2022 menjadi medali emas di Jepang nanti.

Langkah persiapan Samuel Marbun sendiri sejatinya sempat terpotong karena harus menyelesaikan masa pendidikan kepolisian di awal tahun.

Ia baru bisa bergabung penuh di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Wushu Indonesia pada Mei lalu.

Guna mengejar ketertinggalan dan mencapai kondisi peak performance menjelang September esok, Samuel Marbun memilih menyiasatinya lewat porsi latihan mandiri secara ekstra di luar instruksi pelatih.

"Ngakalinnya sih saya nambahin program di luar program pelatih. Saya tambahin mandiri di waktu luang dan cari partner latihan yang bisa ngimbangin," kata Samuel Marbun saat ditemui usai latihan di Pelatnas Wushu di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

https://www.akurat.co/arena/875445/asian-games-kesulitan-lawan-sparring-lokal-wushu-minta-persiapan-atlet-digenjot-di-tiongkok

Meski mengklaim persiapannya sudah memasuki fase puncak, Samuel tak menampik adanya kendala krusial yang tengah dihadapi skuad sanda Indonesia.

Menurutnya, variasi teknik dan taktik bertarung yang diasah selama di Pelatnas butuh diuji coba melalui lawan tanding (sparring partner) yang sepadan.

"Persiapan kita sebenarnya sudah maksimal, tapi kita di sini kurang teman sparring. Teknik-teknik yang sudah kita latih butuh teman sparring untuk mempraktikkannya. Jadi kita tuh butuh berangkat dan tryout ke Tiongkok," kata peraih medali emas SEA Games tersebut.

Mengenai persaingan di kelas 65 kilogram, Samuel memetakan sejumlah negara yang wajib diwaspadai di Aichi-Nagoya mendatang.

Negara seperti Tiongkok masih menjadi ancaman, walau muncul kompetitor dari Asia Tenggara seperti Filipina dan Vietnam.

Demi memuluskan misi mengamankan emas, Samuel bersama tim pelatih giat melakukan evaluasi mendalam berdasarkan rekaman pertandingan lawan-lawan potensialnya.

"Evaluasi yang pasti dari teknik. Kita analisa lawan satu per satu yang satu kelas dengan kita, cari kelebihan dan kekurangannya, lalu dicocokkan dengan karakter bertarung kita," paparnya.

Saat ditanya mengenai modal utamanya dalam menantang dominasi atlet Tiongkok yang kerap menjadi tembok tebal di nomor sanda, Samuel menjawab dengan lugas dan penuh percaya diri.

"Kalau keunggulan sih dari dulu aku cuma mental saja. Darah Batak itulah! Target di Asian Games kemarin kan perak, ya mudah-mudahan kita harus yakin biar warna silver itu berganti jadi warna emas," kata Samuel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.