Akurat
Pemprov Sumsel

Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Chen/Jia Terlalu Kuat, Apriyani/Fadia Gagal Sumbang Gelar

Badri | 27 Agustus 2023, 19:39 WIB
Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Chen/Jia Terlalu Kuat, Apriyani/Fadia Gagal Sumbang Gelar

AKURAT.CO, Indonesia terpaksa pulang dengan tangan kosong setelah wakil terakhir mereka, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, gagal mengalahkan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yifan, di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023. Apriyani/Fadia menyerah dengan skor 16-21 dan 12-21 dalam waktu 42 menit.

Bertanding di Royal Arena, Kopenhagen, Denmark, Minggu (27/8), Apriyani/Fadia sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup positif. Mereka merebut dua angka pembuka dengan memaksa Chen/Jia melakukan kesalahan.

Setelah Chen/Jia berbalik unggul pada skor 7-6, pasangan juara bertahan tersebut mencetak empat angka beruntun untuk merebut interval pada posisi 11-7. Setelah jeda, permainan Apriyani/Fadia sempat stabil untuk mengejar sampai skor 13-16 namun Chen/Jia kembali pada posisinya untuk menang 21-16.

Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Tersingkir, Lanny/Ribka Ingin Contoh Chen/Jia

Pelatih Kepala Sektor Ganda Putri Pelatnas PBSI, Eng Hian, menginstruksikan Apriyani/Fadia untuk bermain rileks tanpa memikirkan hasil di masa istirahat jelang set kedua. Pun demikian, terutama Fadia, belum terlalu bisa mengendalikan rasa gugup yang membuat Chen/Jia langsung unggul 5-1 di awal set kedua.

Mirip di babak pertama, Apriyani/Fadia kembali kesulitan mengimbangi permainan tenaga dan akurasi Chen/Jia. Mereka tertinggal 6-11 di interval ditandai dengan sejumlah kesalahan Fadia yang pukulannya menyangkut di net.

Harapan sempat terbuka ketika pasangan Indonesia ranking 12 dunia mengejar pada kedudukan 13-16. Namun, konsistensi dan kerapian permainan Chen/Jia membuat Apriyani/Fadia masih harus membenahi sejumlah kekurangan untuk bermain di level tertinggi.

Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Apriyani/Fadia Ingin Enjoy Seperti Awal Berpasangan

Pertandingan berakhir dengan sebuah kesalahan yang dilakukan Apriyani untuk skor 21-12 bagi kemenangan Chen/Jia. Sekaligus membuat Chen/Jia meraih gelar ketiga mereka secara beruntun di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Dari segi rekor pertemuan, kekalahan di Kopenhagen akhir pekan ini memperbesar keunggulan Chen/Jia menjadi 5-1 atas Apriyani/Fadia. Dari segi sejarah turnamen, Apriyani/Fadia juga gagal menorehkan sejarah sebagai pasangan ganda putri Indonesia pertama yang menjadi juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Kegagalan Apriyani/Fadia juga menandai empat tahun puasa gelar Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Gelar terakhir yang direbut oleh pebulutangkis Merah Putih terjadi pada 2019 atas nama Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H