Akurat
Pemprov Sumsel

Gregoria Terhenti Di 8 Besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis, Ini Penjelasan Pelatih

Leo Farhan | 29 Agustus 2023, 12:46 WIB
Gregoria Terhenti Di 8 Besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis, Ini Penjelasan Pelatih

AKURAT. CO, Pencapaian wakil tunggal putri Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023 bisa dibilang mengalami kemajuan. Merah Putih mampu mengirim satu wakil ke babak perempat final lewat Gregoria Mariska Tunjung.

Dari lima gelaran terakhir, ini pencapaian terbaik sektor tunggal putri. Pada empat edisi sebelumnya, langkah wakil-wakil Indonesia selalu terhenti di babak-babak awal kejuaraan dunia.

Pelatih Kepala Sektor Tunggal Putri PBSI, Indra Widjaja, sempat menyayangkan peluang untuk bisa merebut tiket semifinal hilang. Langkah Gregoria dihentikan Akane Yamaguchi lewat laga straight set dengan skor 16-21 dan 18-21.

Baca Juga: Indra Wijaya Nilai Tunggal Putri Berkembang Meski Tanpa Medali Di Kejuaraan Dunia

Indra menyebut pada laga perempat final itu Gregoria kerap melakukan kesalahan sendiri yang berujung poin bagi Akane. Selain itu, Gregoria disebutkan juga tidak dalam kondisi 100 persen fit karena lutut kirinya mengalami masalah.

"Sementara untuk Gregoria, bagus juga bisa masuk delapan besar. Sayang kesempatan untuk melaju ke semifinal dikalahkan Akane Yamaguchi. Ketika menghadapi Akane, Gregoria banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Indra sebagaimana dipetik dari keterangan resmi PBSI.

"Di gim kedua, poin yang didapat Akane itu lebih banyak karena kesalahan Gregoria. Ada momentum, saat ketinggal jauh, Gregoria bisa mengejar. Hanya sayang, perbedaannya angkanya terlalu jauh.

"Selama bertanding di Kejuaraan Dunia, Gregoria sebenarnya ada kendala. Dia merasa kurang nyaman dengan lutut kiri. Dampaknya, ada beberapa gerakan yang tak maksimal terlihat di lapangan."

Baca Juga: Kejuaraan Dunia: Gregoria Mariska Coba Nikmati Laga, Apri/Fadia Diharapkan Bisa Melaju Jauh

Hal senada disampaikan kepala bidang pembinaan dan prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Rionny Mainaky. Rionny menyayangkan hilangnya peluang Gregoria merebut tempat semifinal lantaran banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Untuk Gregoria, sayang tidak bisa memanfaatkan kesempatan. Waktu lawan Akane malah banyak melakukan kesalahan sendiri. Asal bermain normal dan fokus, harusnya dia bisa. Dia banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Rionny.

Namun, fighting spirit tinggi yang ditunjukkan Gregoria dalam pertandingan di Kejuaraan Dunia kali ini sangat tinggi. Hal itu juga yang membantunya mampu menyingkirkan unggulan lima asal China, Han Yue, di babak ketiga.

”Saat melawan Han Yue (China) di babak ketiga, Gregoria bisa lolos dari hadangan lawan karena didukung fighting spirit yang tinggi. Dari perubahan di pola permainan dan taktik strateginya, juga berhasil,” kata Indra menjelaskan.[]

 

Setelah Kejuaraan Dunia, para tunggal putri andalan Indonesia ini akan kembali berjuang di ajang China Terbuka 2023. Namun sebelum itu, khusus Gloria dia akan lebih dulu fokus untuk pemulihan lutut kirinya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H