Melakoni laga perempat final Denmark Terbuka di Jyske Arena, Odense, Jumat (20/10), pasangan dengan sapaan Ana/Tiwi itu kalah usai berjuang tiga set dengan skor 21-17, 14-21, dan 17-21 dalam tempo 83 menit.
Padahal, pada babak ketiga turnamen BWF World Tour Super 750 itu, Ana/Tiwi mengakui bahwa pola permainan yang mereka terapkan sudah tepat. Namun, mereka masih kerap melakukan kesalahan-kesalahan sendiri.
"Pola permainan yang kami terapkan hari ini sudah benar, sudah berjalan, tapi kadang memang kami terlalu terburu-buru," kata Ana sebagaimana dikutip dari keterangan resmi PBSI yang diterima Akurat.co.
"Kami memang tidak ingin reli-reli terus mainnya, hanya posisinya kadang kurang pas. Jadi pengembalian-pengembalian bolanya kurang akurat. Kami juga banyak mati sendiri, itu yang harus kami perkuat lagi."
Walau harus tersingkir di babak perempat final, Ana/Tiwi merasa permainan mereka mengalami peningkatan. Mereka mengaku sudah tahu harus menerapkan pola bermain seperti apa sesuai dengan lawan yang mereka hadapi.
"Kami merasa perkembangan kami ada kenaikan. Dari cara bermain, kami sudah bisa tahu mau memakai pola apa di lapangan dan tentunya kami terus berusaha untuk lebih baik lagi," kata Ana menjelaskan.
"Setelah apa yang terjadi di Kejuaraan Dunia dan China Open (sudah unggul jauh tapi akhirnya terkejar dan kalah), kami ingat bagaimana sakit dan sedihnya itu," ucap Tiwi menambahkan.
"Itu membuat tekad dan kemauan kami untuk bangkit semakin menguat, dan kami jadikan itu sebagai pelajaran, lalu move on, karena hidup harus terus berjalan."
Walau Ana/Tiwi harus tersingkir dari babak perempat final, Indonesia masih berpeluang mengirim wakil ke babak semifinal.
Tiga wakil Merah Putih masih belum melakoni laga perempat finalnya, mereka adalah wakil tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, serta dua pasangan ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana.[]