Akurat
Pemprov Sumsel

Aryono Miranat: Bagas/Fikri Kurang Percaya Diri, Banyak Pukulan Ragu-Ragu Dan Kesalahan Sendiri

Badri | 23 Oktober 2023, 18:58 WIB
Aryono Miranat: Bagas/Fikri Kurang Percaya Diri, Banyak Pukulan Ragu-Ragu Dan Kesalahan Sendiri

AKURAT.CO, Tim bulutangkis Indonesia kembali mendapat hasil mengecewakan saat tampil di ajang BWF World Tour Super 750 Denmark Terbuka 2023.

Pasangan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri sebagai satu-satunya wakil yang tersisa di partai puncak gagal membawa pulang gelar juara.

Bagas/Fikri takluk dari juara dunia 2022, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dalam laga straight set dengan skor 13-21 dan 17-21 di Jyske Arena, Odense, Minggu (22/10/2023) kemarin.

Mengomentari kekalahan pasukannya di partai puncak, Pelatih Kepala Sektor Ganda Putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, menyebut anak asuhnya itu tampil dengan kurang percaya diri.

Baca Juga: Denmark Terbuka: Akui Lawan Lebih Unggul, Fikri Sebut Servis 'Melintir' Aaron Chia Bikin Tertekan

Namun, ia mengapresiasi penampilan Bagas/Fikri yang sejauh ini tampil sudah cukup baik walaupun penampilan mereka tersebut bukanlah yang terbaik.

"Mereka masih terlihat seperti kurang percaya diri," kata Aryono dalam keterangan resmi PBSI seperti yang diterima Akurat.co.

"Banyak pukulan yang ragu-ragu, banyak melakukan kesalahan sendiri. Jadi antiklimaks dengan partai dari babak pertama sampai semifinal."

Selain itu, Aryono juga menilai bahwa penampilan Aaron/Soh cukup rapi. Terutama di depan net yang membuat Bagas/Fikri selalu tertekan.

Baca Juga: Denmark Terbuka: Bagas/Fikri Gagal Kalahkan Duet Malaysia, Indonesia Tanpa Gelar Di Odense

Selain mengomentari penampilan Bagas/Fikri, Aryono juga memberikan evaluasi menyeluruh bagi sektor ganda putra yang menurutnya masih kurang maksimal.

"Secara umum masih kurang maksimal, masih kurang fokus dalam permainan bola-bola reli dan kurang konsisten dalam permainan," kata Aryono.

Hal tersebut diungkapkan Aryono lantaran melihat pasukannya terlalu mudah kehilangan poin, terutama ketika mereka sedang unggul atas lawan-lawannya.

"Mereka terlalu mudah kehilangan poin, terutama saat sedang unggul," kata Aryono.

"Tidak dapat mempertahankan posisi dan fighting spirit juga perlu lebih lagi terutama dalam poin-poin ketat."

Setelah berjuang di Denmark Terbuka 2023, skuad Cipayung akan bersiap untuk melakoni turnamen selanjutnya, Paris Terbuka 2023 pada 24-29 Oktober di Rennes.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H