AKURAT.CO Tim bulu tangkis Indonesia bakal memanfaatkan turnamen Indonesia Terbuka 2024 sebagai persiapan terakhir mereka menuju Olimpiade 2024 Paris pada Juli-Agustus mendatang.
Selain sebagai persiapan terakhir, poin yang didapat pada turnamen ini juga dapat membantu para pemain yang tampil di Olimpiade untuk memerbaiki posisi mereka sebagai unggulan nanti.
Turnamen Super 1000 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, mulai 4-9 Juni 2024 itu juga diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan diri wakil-wakil Merah Putih yang akan berlaga.
"Ini kesempatan untuk perebutan poin seeded (unggulan) ke Olimpiade. Ini juga super 1000, level individual yang tertinggi," kata Kabid Binpres PBSI, Ricky Soebagdja, di Istora Senayan, Jakarta, Senin (3/6/2024).
"Selain poin, kepercayaan diri diharapkan bisa bertambah untuk pemain (yang turun) di Olimpiade nanti. Kesempatan ada di semua sektor, yang penting mengeluarkan performa maksimal di depan publik sendiri."
Ricky optimis tim bulu tangkis Indonesia bisa mendapatkan hasil positif pada ajang Super 1000 ini, terlebih dengan persiapan yang sudah dijalani tim sejak tur Asia lalu.
Senada dengan Ricky, tunggal putra Jonatan Christie juga berharap mampu mengeluarkan yang terbaik di depan publik sendiri. Selain tampil di kandang, turnamen ini juga merupakan level tertinggi selain China, Malaysia, dan All England.
"Ini salah satu pertandingan terbesar di level individu. Salah satu keinginan saya juga bisa jadi juara di sini, terlebih lagi ini, di rumah sendiri," jelas tunggal putra yang karib disapa Jojo itu dalam kesempatan yang sama.
"Saya minta dukungan dari para supporter biar bisa tampil maksimal. Siapa tahu sejarah berulang, dari Prancis kalah, langsung juara di All England. Siapa tahu terulang (kalah di Singapura, menang di Indonesia)."
Jelang bergulirnya laga yang berlangsung, Selasa (4/6/2024) besok, Jojo menyebut kondisinya lapangan sejauh ini sudah cukup oke. Namun, juga tak menampik ada sedikit catatan yang harus didiskusikan dengan pelatih.
"Ada yang jadi catatan dan akan diskusikan dengan pelatih untuk penerapan strategi. Jadi pas tanding besok bisa langsung in," jelas Jojo.
Indonesia total menurunkan 30 atlet dengan rincian enam pemain tunggal (3 putra dan 3 putri), dan 12 pasangan ganda, di mana ganda putra menjadi sektor yang paling banyak mengirimkan wakil dengan lima pasangan.