Munas PBSI: Tim Penjaringan Sebut Belum Ada Kandidat Ketua Umum yang Mendaftar

AKURAT.CO, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon/Calon Ketua Umum PP PBSI 2024-2028, Edi Sukarno, menyebut bahwa secara resmi dan formal belum mengetahui siapa yang berminat untuk mendaftar sebagai kandidat.
Pasalnya, sampai saat ini timnya belum menerima nama yang masuk untuk mendaftar sebagai orang nomor satu di bukutangkis tanah air tersebut.
"Siapa saja boleh mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum PP PBSI periode empat tahun ke depan. Asal memenuhi beberapa persyaratan," jelas Edi dalam jumpa pers di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (25/6).
Baca Juga: Munas PBSI Digelar Agustus, Fadil Imran Jadi Kandidat Kuat Calon Ketua Umum
Tim penjaringan sendiri saat ini masih dalam tahap sosialisasi yang sudah dilakukan sejak Senin (24/6) kemarin sampai Kamis (11/7) bulan depan. Setelahnya mulai tanggal 12 Juli baru dibuka pendaftaran kepada bakal calon sampai tanggal 17 Juli.
"Tanggal 12 Juli baru pendaftaran, sehingga sampai detik ini kami tidak tahu siapa yang mendaftar dan Pengprov mana yang memberi dukungan," terang pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen PBSI tersebut.
"Kemudian dilanjutkan pada tanggal 18-20 Juli masa pendaftaran dengan menyertakan persyaratan administrasi dan beberapa persyaratan lainnya."
Baca Juga: Kunjungan Pertama, Agung Firman Ingin Pelatnas Lebih Adem
Edi juga menjelaskan bahwa saat ini tugas tim penjaringan adalah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalu pengurus-pengurus provinsi yang ada di daerah untuk menyebarluaskan bahwa PBSI akan melakukan pemilihan Ketua Umum untuk periode 2024-2028.
Musyawarah Nasional (Munas) sendiri rencananya akan berlangsung di Surabaya pada tanggal 9-11 Agustus 2024 atu jelang berakhirnya masa kepemimpinan Firman Agung Sampurna yang jatuh pada November tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







