Olimpiade Paris: PBSI tak Sebut Medali Emas sebagai Target, Hanya Pertahankan Tradisi Medali

AKURAT.CO, Cabang olahraga (cabor) bulutangkis menjadi salah satu andalan Indonesia untuk mendulang medali di ajang Olimpiade Paris 2024. Terlebih bulutangkis kerap menyumbangkan kepingan emas untuk Merah Putih.
Namun, pada gelaran pesta olahraga multievent empat tahunan terbesar di dunia kali ini, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) tidak berani bicara banyak terkait peluang meraih emas.
Sekretaris Jendral (Sekjen) PP PBSI, Fadil Imran, bahkan hanya menyebut pasukannya akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankan tradisi meraih medali di ajang Olimpiade.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Fadil Imran Sebut Menjadi Pahlawan Lebih Penting Ketimbang Bonus Bagi Pebulutangkis
"Berbicara target tentu kita ingin berusaha sebaik-baiknnya sesuai dengan harapan Indonesia. Kalau ditanya target, pasti akan diusahakan yang terbaik," jelas Fadil di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (11/7).
"Ikhtiar sudah dilakukan, doa sudah dipanjatkan. Saya berharap akan ada hasil yang sesuai seperti yang kita harapkan. Minimal tradisi mendapatkan medali bisa dipertahankan.
Olimpiade Paris 2024 akan berlangsung dari 26 Juli-11 Agustus mendatang, adapun cabor bulutangkis akan mulai dipertandingkan pada 27 Juli - 5 Agustus 2024 di Porte De La Chapelle Arena, Paris.
Baca Juga: Apriyani Rahayu: Olimpiade Paris Hawanya Beda, Saya Harus Mengontrol agar tidak Menggebu-gebu
Sejak dilombakan pertamakali pada Olimpiade Barcelona 1992, tim bulutangkis Indonesia tidak pernah absen menyumbangkan medali emas kecuali di London 2012.
Medali emas Olimpiade pertama bagi Indonesia disumbangkan oleh pasangan suami-istri Alan Budikusuma dan Susi Susanti saat tampil di Olimpiade 1992. Dua medali emas itu didapatkan dari sektor tunggal putra dan tunggal putri.
Bukan cuma itu, ini adalah raihan medali emas terbanyak yang pernah didapatkan Indonesia dalam keikutsertaan mereka di pesta olahraga multievent empat tahunan tersebut.
Indonesia terakhir mendapatkan medali emas Olimpiade di Tokyo 2020. Saat itu, kepingan emas juga masih disumbangkan dari cabor bulutangkis lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








